🌙ㅣ36. 4 Brother's

52.1K 8.5K 427
                                    

''Apapun yang disembunyikan, perlahan akan mencuat keluar''

"Bulan beneran gak papa kalau misalnya semua orang tau? Beberapa jam lagi beritanya pasti kesebar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bulan beneran gak papa kalau misalnya semua orang tau? Beberapa jam lagi beritanya pasti kesebar." Alderion menolehkan kepalanya sebentar, meneliti ekspresi Rembulan yang duduk di kursi sebelahnya, kemudian ia kembali fokus menyetir dan menatap jalanan.

Kedua tangan Rembulan refleks meremas rok seragam yang ia kenakan. Pertanyaan Alderion adalah hal yang sedari tadi Rembulan pikirkan.

Anggara berniat menyebarkan mengenai pernikahan dan memberitahukan secara resmi pada publik bahwa Rembulan adalah anaknya. Anggara bilang, banyak yang masih mengira Anggara belum menikah, jadi banyak wanita di luar sana yang terus mengganggunya. Jika saja Anggara tidak bertindak, maka Anggara akan kerepotan.

Hei, Anggara memang sudah berumur. Tapi lihat parasnya, lihat juga tubuh tinggi tegapnya. Jika ada seseorang yang belum megetahui Anggara, pasti orang itu akan terkejut setengah mati saat mengetahui bahwa Anggara sudah memiliki empat anak bujangan!

Tidak ada pilihan lain selain menyetujui 'kan? Rembulan tidak mau Anggara kerepotan dan terus mengelak bahwa Anggara belum menikah, padahal sudah.

Itu semua tidak masalah, hanya saja Rembulan takut dengan tanggapan murid-murid di sekolah nanti. Mereka akan bereaksi seperti apa? Rembulan hanya takut jika mereka malah semakin memojokkan Rembulan.

"Gak papa," jawab Rembulan pada akhirnya. Ia tersenyum lembut pada Alderion sebagai pertanda bahwa dirinya memanglah tidak apa-apa.

"Kalau ada masalah sekecil apapun, bilang aja sama Zero, Vano, atau Varo. Mereka pasti bantu Bulan. Pokoknya kakak gak mau denger kamu diem aja kalau ada yang ngatain kamu." Sebelah tangan Alderion mencubit pelan pipi Rembulan, kemudian ia mengangkat kelingkingnya. "Janji, ya?"

Dengan senang hati, Rembulan menyambut kelingking Alderion dengan kelingkingnya. Benar sekali, Rembulan tidak perlu cemas karena ketiga saudara laki-lakinya ada di sana. Rembulan tidak perlu takut.

Hanya saja, bagaimana tanggapan Bela, Liona, Vivi, Hana, dan juga Jio dan Jia nanti, ya?

- 4B -

"Lo udah tau?"

"Siapa yang gak tau njir?!"

"Gila! Parah banget gak sih?"

"Gue gak nyangka banget!"

"Bisa gitu, ya?"

"Nasib gue gimana woi? Gue pernah buli dia."

"Iya anjir! Gue juga!"

Biasanya, sepagi ini SMA Pelita tidak ramai oleh murid-murid yang bergosip dan mengobrol heboh seperti sekarang. Biasanya mereka menghabiskan waktu mereka di kelas atau melakukan kegiatan lain selain bergosip dan berdiri di dekat gerbang. Hanya saja, berita dalam liputan pagi tadi membuat satu sekolah geger. Tidak, bukan satu sekolah, melainkan seluruh kota geger dengan kabar bahwa pebisnis sukses yang dikenal dengan sebutan Anggara itu sudah menikah berbulan-bulan lalu.

4 Brother'z [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang