Chapter 35

469 109 164
                                    


Walau belum Target aku
Tetap up karena
Aku gak tega
Buat kalian
Yang udah vote
Dan coment nunggu lama

Jadi jangan sungkan
Untuk vote dan komen ya

Maaf jika tidak sesuai
Ekspektasi
Aku sudah berusaha sekeras
Mungkin

Maaf jika tidak sesuaiEkspektasi Aku sudah berusaha sekerasMungkin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




7 year later

         Berkerumul dengan asap nikotin
Bukan lah kebiasaannya, tapi sejak kurun waktu lima tahun terakhir hal itu menjadi sebuah kebiasaan bahkan candu yang berkepanjangan hingga membuat tenggorokan kering dan nyaris terbatuk pun bukanlah masalah besar lagi, kebiasaan yang mendarah daging. Membunuh diri secara perlahan itulah tabiat seseorang yang mengalami traumatis.

Ujung benda putih itu menyala seperti bara kala di hisap dan belah bibir yang tak henti mengeluarkan asap hingga mengudara, beruntung angin bertiup di balkon hotel cukup kencang jadi kumpulan asap putih rokok itu tidak bertahan lama berada di sekitarnya. Netra nya menatap nanar jauh ke depan dengan bibir tersenyum getir, Taehyung termenung sembari memeta rokok di tangannya dengan cara di petik yang membuat sisa abunya berserak.

Taehyung duduk menikmati bagai mana matahari itu perlahan naik yang terselip di balik gedung tinggi, kakinya terbuka lebar dengan kedua siku yang pertumpu pada paha seiring dengan gelak getir yang memenuhi rongga dadanya

Ia mejilat bibir sesaat merasakan sisa nikotin yang tertinggal sebab rokok yang ia sesap telah habis, Taehyung berniat mengambil satu batang lagi untuk di hisap, rasanya satu saja tidak cukup namun baru saja ingin meraih pemantik seorang laki-laki baya membuka gorden yang menuntupi pintu balkon.

"Tuan, maaf mengganggu. Rapat nya akan di mulai satu jam lagi"

Taehyung mengangguk dan mengibaskan tangannya sebagai isyarat untuk memerintah agar laki-laki itu pergi. Ia meletakan kembali rokok ke dalam wadah lalu menyesap kopi yang mulai sejuk. Taehyung melirik ponselnya sesaat lalu tersenyum samar ketika wajah cantik itu selalu menghiasi layar ponselnya dan sebagai acuan atau sumber semangat Taehyung selama ini walaupun kenyataannya gadis itu membenci dirinya dan bahkan tak pernah menampakkan wajahnya lagi sejak tujuh tahun terakhir.
Taehyung sakit jika mengingat lagi kejadian lalu.

Beberapa tahun belakangan Taehyung memang sering mengunjungi busan, harap-harap bisa bertemu dengan Airin walau dari jauh saja tapi nyatanya Taehyung tidak mendapati gadis cantik itu lagi di sana, terlebih lagi penolakan dari kedua orangtua Airin yang begitu sangat membencinya juga.

Kadang kala Taehyung sering berpikir apakah anaknya sudah besar dan apakah Airin mempertahankan kandungan nya.

____

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang