2. NAYLA KAYZALUNA

264K 11.7K 2K
                                    

2. Nayla Kayzaluna

Naya menggelengkan kepala berulang kali melihat perdebatan yang tiada henti setiap harinya. Alvan sudah berangkat sedari tadi, tinggal saja Erlan dan Alya yang masih berdebat didepan gerbang rumahnya.

"Alya mau ikut sama bang Nata aja berangkatnya," ucap Alya sedari tadi membuat telinga Erlan memanas.

"Erlan, udah turuin Alyanya nanti dijemput Yudha." Keputusan terakhir. Erlan turun dari motor besarnya lalu menurunkan adiknya itu.

"Makan tuh Yudha. Awas aja nggak habis, gue jitak lo," ancamnya dengan suara pelan agar tak didengar Naya lalu kembali menaiki motor besar tersebut.

Memakai helm fullface dan langsung melaju dengan motor besarnya meninggalkan gadis dengan seragam sekolah itu. "MAMA BANG EL NYEBELIN!"

...

Ketiga lelaki itu berjalan santai menyusuri koridor sekolah dengan tatapan para gadis yang tak teralihkan dari ketiganya. Erlangga berjalan tanpa melihat kedepan dengan tatapannya yang meladeni para gadis yang centil. Sesekali matanya berkedip membuat gadis-gadis itu terbawa perasaan.

Bruk!

"Awsh! Tolol!"

Erlangga menganga menatap gadis yang terjatuh akibat ditabraknya. Gadis dengan seragam cheerleader itu segera bangkit dari jatuhnya. Menatap Erlan penuh kebencian.

"Kalo jalan tuh liat-liat. Matanya di pake!" ucapnya marah lalu meninggalkan tiga pria disana dengan sengaja mendorong Erlan terlebih dahulu.

"Wow! Mantep juga, tumben kagak tergila-gila gitu," ucap Alan sambil bertepuk tangan melihat keadaan Erlan yang masih cengo.

Alanio Samudra. Lelaki yang sering disapa Alan itu merupakan anak dari Tiar dan Putri. Setelahnya ada Devian Arkana pria dengan sapaan Dev itu adalah putra pertama dari Rifky dan Mia. Kini, Devian dan Erlan sama-sama cengo menatap kepergian gadis itu.

"Yang kek gini nih seru! Menantang gitu," ucap Alvan memainkan rahang tegasnya. Hal tersebut membuat Devian menatap datar kearah pria tersebut.

"Napa lo?" tanya Erlan menatap Devian. Pria itu hanya menyipitkan mata lalu meninggalkan kedua temannya. Devian kembali menjadi sedingin es. Ah! Ia memang begitu. Beda halnya dengan Erlan dan Alan yang petakilan.

Alan mendekat kearah Erlan membisikkan sesuatu yang membuat pria jangkung itu langsung merubah raut wajahnya. "Si Alan kenapa lo baru bilang setan!"

...

Mungkin kali ini kejailan Erlan akan menambah. Erlan menambah waktu istirahatnya untuk mengintip seseorang ditemani Alan dan Devian yang stay bersamanya.

Devian menyeruput teh gelas dengan cepat hingga tandas lalu membuang gelas plastik tersebut kedalam tempat sampah. Gol! Ia terlalu gabut saat ini. Haruskah ia menemani kedua temannya yang bisa disebut kurang kerjaan ini?

Pria berwajah datar itu akan melarikan diri dari ruangan ini namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Erlan.

"Mau kemana Depi, diem disini napa."

Alan dapat mendengar decakan yang keluar dari mulut Devian. Erlangga selalu seenaknya memanggil pria tersebut. Depi? Itu nama seorang gadis. Namanya sudah keren jika dipanggil Dev, kenapa harus Depi? Jika itu Levi, mungkin Devian akan menerimanya.

ERLANGGA (21+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang