Tujuh # meja makan🔞🔞

52.4K 691 8
                                    

Satu ruangan dipenuhi dengan suara desahan kencang yang dihasilkan dari mulut perempuan itu.

Rasa yang menjalar hingga seluruh tubuh. Gerakannya sungguh tak tertahan, ke mana-mana.

"Ahhhh, Bim...." Manda melenguh tiada henti. Dia benar-benar hilang akal. Tak henti mencakar payudaranya sendiri, memilin putingnya, meremat tangan Bima yang mendekap tubuhnya.

Dingin, itu sungguh dingin. Rasanya menusuk terlalu dalam. Lendir-lendir di pahanya meluber tiada henti.

Laki-laki di belakangnya masih asik tersungging, gerakan jarinya masih terbilang cukup cepat.

"Dingin!"

"Seshh! Diem!"

Mereka berdua, Manda dan Bima berada di atas meja makan. Duduk dengan sekenanya, memanjakan nafsu satu sama lain. Terutama Manda, gairah seksualnya sangat dimanjakan oleh Bima. Organ intimnya terasa berkedut tak terkira. Cairan terus-menerus keluar, berbarengan dengan lelehan es batu yang bercampur.

"Es batunya mau habis, giliran lidah hangat gua yang jilatin!"

Tak lama kemudian, es batu yang tinggal satu centi itu habis mencair. Tetesannya mencapai lantai bawah, terasa sungguh becek saat diinjak.

Kini Manda bisa menghirup udara dengan tenang, meraup oksigen dan merilekskan miliknya. Lelah, dan kini mati rasa.

Kaki Bima turun, dengan telanjang dia berjalan berputar dari belakang ke depan. Tubuhnya berjongkok, lebih leluasa melihat benda yang sedang memerah itu. Lubangnya terlihat menggiurkan, seolah-olah ingin dikoyak dengan benda panjang, tajam, dan besar.

"Smell good!"

Tak berbohong, jari Bima adalah yang paling terbaik. Sungguh handal dalam urusan kocok-mengocok. Tangan besarnya meraih paha Manda, perlahan-lahan lebih dia lebarkan. Air liurnya sesekali mendobrak ingin menetes. Lidahnya sudah menjulur-julur bagai ular. Kepalanya perlahan mendekat, Manda hanya bisa menunduk melihat sembari mengigit bibir basahnya.

Sllp!

"Oghh, omagood!" Reflek Manda mendongak, kakinya bergetar hebat merasakan lidah kasar Bima membilas vaginanya.

Bima berhenti, dia terpaku sekilas dengan apa yang dirasakannya. Lalu bibirnya tersenyum miring, ah... Inikah alasan kenapa banyak para duda diluar sana cabul terhadap perempuan mengangkang?

"Emmh Bima! Kenapa berhenti? Ayo jilat lagi, tubuh gue bener-bener sukak!"

"Oke, kocok dulu baru diminum!"

Dan Bima beraksi lagi saat tangan Manda mulai menuntun kepalanya mendekat ke benda basah itu.

Dia menjilat, mengeluar masukkan lidahnya ke sana, memutar-mutar, menyirup cairan yang turut keluar bersama desapan lidahnya.

Candu. Omong kosong bagi orang-orang yang bilang itu menjijikan, bagi Bima itu adalah sebuah titik kenikmatan saat melakukan hubungan badan.

Terlebih lagi badan Manda yang tak hentinya bergerak, menjepit kepala dan lidahnya dalam sela-sela area.

Kini penis Bima benar-benar tegak hingga atas, badannya perlahan mengejang. Miliknya juga butuh dimanja, namun lidahnya tak mau berhenti.

"Bim... Lubang gue pengen dimasukin! Sumpah, lidah lu geli banget!!" ucap Manda tertahan, pasalnya Bima melepas kulumannya.

Manda melihat wajah Bima yang memerah, bibir basah, mata berkedut dan sebagainya.

"Hmm... Punya gue iri banget anjing! Lihat ginian doang langsung melek!"

Bima mengelus miliknya, menggenggam, menurunkannya hingga tegak ke depan.

Manda semakin mengangkang, dia menunduk melihat lubangnya yang tak bosan untuk dimainkan oleh segalanya.

Dan semuanya berakhir setelah meja makan itu benar-benar basah karena keringat, ludah, cairan cinta, dan lelehan es batu yang diikat Bima tepat berada di puting Manda.

×ו××

"Huh! Gila apa ya tuh cewek. Pantes aja orang tuanya bodo amat sama kelakuan dia." Bima terkikik sendiri jika saja otaknya terlintas kejadian lalu. Sekarang penisnya mudah terbawa emosi.

"Au ah, yang penting kemarin itu gue puas banget!"

Sementara yang diseberang sana terduduk lemas di atas ranjang. Meratapi nasib mau bekerja sebagai apa untuk menyambung hidup.

"Ya udah, lu turuti apa saran gue. Kalau tuh Bima ngajak hok a hok e, mendingan lu mintain duit. Cowok yang mau enaknya doang tuh lembek!"

Benar juga saran Rena. Bima anak orang kaya, setiap bulan dikasih uang jatah. Tapi, apa iya Manda terus bertahan dengan keadaan badannya yang seperti itu?

#kapantobatnya?













😭 Woy... Menurut kalian ini terlalu menjijikan gk sih?

Aku gk up lama ya karena ini. Mau nulis tuh ketawa sendiri, terus idenya ilang 😭








🙏 Makasih yang udh baca, yg

🙏🤭 Bye, doain semoga part selanjutnya ada semangat buat nulis nya

He | Bima (Read Desk First)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang