Chapter 33

450 90 41
                                    

Terimakasih telah memberikan
Vote dan koment
Maklumin kalau ada typo
Atau bisa di koment

        Semua orang tahu bagai mana rasanya jika berada di dalam suatu ruangan gelap dan mencekam, ketakutan yang luar biasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

        Semua orang tahu bagai mana rasanya jika berada di dalam suatu ruangan gelap dan mencekam, ketakutan yang luar biasa. Taehyung merasakan itu, merasakan dirinya seperti di cekik dan napas nya seperti tertahan di tenggorokan.

Hampir dua minggu Airin tidak bertemu dengan Taehyung, mendapati kabar dari Seokjin bahwa Taehyung sedang sakit setelah pulang dari Tokyo memaksanya untuk datang ke Seoul, ia cemas sekali tak peduli dengan rasa mual yang kerap kali datang di pagi hari, walau demikian Airin sudah berada di stasiun kereta sejak pagi dan tiba di Seoul sekitar pukul dua belas siang.

Niat awal ingin melepas rindu, mencurahkan semua perhatian nya untuk Taehyung, membagi keluh kesah selama tidak bertemu sembari menikmati kopi di soreh hari dan saling memeluk menyaksi sebuah drama romantis.

Namun semua nya tak sesuai ekspektasi karena fakta nya apa yang Airin lihat membuat hatinya hancur berkeping keping atau bahkan seperti
teriris sembilu tajam, Taehyung yang sedang berdua dengan wanita lain di rumah nya bahkan melakukan kontak fisik yang juga kerap mereka lakukan ternyata Taehyung juga membaginya dengan wanita lain.

Sesakit itu. Sekecewa itu.

Dua kantong plastik yang berisi buah dan makanan yang semula untuk makan siangnya bersama Taehyung kini jatuh kelantai, berserak.

"Airin"

Suara Taehyung bergetar, ia kalut. Nafasnya semangkin sesak terlebih lagi kepalanya seperti di hantam puluhan kerikil, Airin menatap keduanya penuh kekecewaan yang besar yang membuat Taehyung meringis sakit di hati nya saat melihat wanita yang ia cintai saat ini meneteskans air mata dan terlebih lagi itu karenanya.

Caeyoon juga tampak terkejut, gadis itu buru-buru berdiri meratapi suasana yang terasa mencekam yang tentu tak lepas dari campur tangan nya.

Airin tersenyum getir, beberapa tetesan liquit mulai memenuhi pipinya saat Taehyung mencoba berjalan menghampiri gadis itu untuk mencoba menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi, sungguh Taehyung tak bermaksud melakukan itu, entah karena efek obat atau rasa pusing dan terlebih lagi rasa rindu nya kepada Airin begitu besar hingga Taehyung pun berhalusinasi melihat wajah Caeyoon seperti Airin dan ketika berciuman pun Taehyung hanya membayangkan Airin.

"Kalian terlihat cocok" Airin berusaha tegar di tengah kegetiran yang melanda hatinya.

Taehyung berjalan sedikit sempoyongan untuk menghampiri Airin walau gadis itu terus memaksa langkah nya untuk mundur. Sungguh ini bukan pertemuan yang Taehyung harapkan, ingin sekali ia memeluk  Airin yang tampak rapuh memberikan afeksi agar gadis itu bisa mendengar kan penjelasannya dan mengucapkan beribu-ribu maaf atas kesalahannya walau Taehyung tahu Airin pasti sangat membenci nya setelah ini.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang