Special Part | 3

173 47 7
                                    

   "Akan ada masanya, disaat siapa yang datang di waktu luang, dan siapa yang meluangkan waktu untuk datang."
.

.

.

Tiga hari berlalu....

    Jaerin terus berlari tanpa henti menyusuri jalanan sepi. Dengan earphone yang menggantung di telinga serta peluh di kening yang membasahi. 

   Sampai di sebuah bangku taman, kini dirinya memutuskan berhenti. Istirahat sejenak, guna menunggu Jaehyun yang tertinggal jauh di belakang. 

   Ya, pagi itu Jaerin tengah melakukan joging bersama Jaehyun di taman komplek perumahannya. Kegiatan yang sering dia lakukan akhir-akhir ini.

   Entahlah, belakangan ini Jaerin lebih memilih ingin menyibukkan diri. Dari pagi hingga sampai dirinya merasa lelah atas semua yang telah dilakukannya. Sekedar untuk melupakan akan sesuatu yang selalu mengganggu pikirannya.

   "Cepet banget kamu lari." Jaehyun ikut duduk di samping Jaerin sembari menormalkan nafasnya yang terengah.
  
   Cewek itu terkikik seraya memberikan sebotol air mineral pada Jaehyun.

   "Itu mah bang Jepri nya aja yang lemot kaya siput," ledeknya yang langsung mendapat decakan pelan dari Jaehyun. Di tambah dengan sentilan kecil di dahinya. 

   "Aakhhhh!" cewek itu meringis, lalu bersiap untuk membalas. Namun sayang gagal sebab Jaehyun keburu menghindar. 

   "Nyebelin ya lo!" dumelnya. Sementara Jaehyun malah tertawa kencang dengan suara tawa khasnya yang modelan bapak-bapak. 

   "Abis ini mau lanjut, apa mau pulang?" tanya Jaehyun kemudian. 

   "Pulang aja bang. Udah siang juga," final Jaerin yang langsung di iyakan oleh Jaehyun. 

   Maka, keduanya langsung saja beranjak seraya pergi dari sana. Berjalan santai, beriringan sembari sesekali bersenda gurau. 

  Kini mereka telah sampai. Jaerin membuka gerbang rumahnya, lalu masuk bersama dengan Jaehyun. Alih-alih masuk ke dalam rumah, Jaehyun malah menghampiri Suho yang tengah mencuci mobil di halaman.

   Jaerin menggeleng tak peduli. Dirinya langsung masuk begitu saja. Ingin segera mandi, dan bersiap buat melakukan aktivitasnya di pagi ini. 

   Namun bagaikan seperti ada lampu merah. Jaerin tiba-tiba berhenti melangkah. Mematung, begitu membuka pintu rumahnya. Terpaku menatap seseorang yang terduduk di ruang tamunya.

  "Sunghoon..." Jaerin bergumam pelan.

   Seolah terhipnotis, dirinya tak berkutik sama sekali dari sana. Hanya berdiri, menatap Sunghoon berkali-kali, sembari terus bergelut dengan pikirannya. 

   "Kenapa?"

   "Ada apa Sunghoon kesini?"

   "Mau minta restu sama Mama? Mau ngajak gue ngedate mungkin? Atau karena kangen, makannya nyamperin?"

   Hah? Apa? Gimana?
   Pikiran Jaerin terlalu jauh gak sih? Mana mungkin Sunghoon akan melakukan itu. Mungkin dia datang kesini akan melakulan hal yang sama seperti Sungchan. Sama-sama datang, untuk mengucapkan selamat tinggal.

   Terserahlah. Jaerin udah capek dan tak akan perduli lagi. 

   "Hai... " sapa Sunghoon yang berhasil menyadarkannya.
  
   "H-hai..." balas Jaerin setengah gugup. Berusaha menarik senyum, lalu berjalan canggung menghampirinya. 

Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang