🌙ㅣ26. Hubungan Antarsaudara

51.2K 8K 202
                                    

''Siapa bilang hanya hubungan cinta saja yang paling menyulitkan? Apa kamu tidak pernah mersakan rumitnya hubungan antarasaudara?''

''Siapa bilang hanya hubungan cinta saja yang paling menyulitkan? Apa kamu tidak pernah mersakan rumitnya hubungan antarasaudara?''

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rembulan menyimpan pulpen yang sejak lima belas menit lalu ia genggam. Buku tulis di hadapannya masih kosong, tidak menyisakan jejak apapun karena Rembulan hanya memandangnya dengan pikiran melayang.

Bukannya memikirkan Alderion dan Alvaro yang belum pulang, Rembulan yakin mereka akan pulang sesegera mungkin, karena Alderion pasti tahu yang terbaik. Sekarang Rembulan hanya sedang memikirkan hubungan antara Alzero dan juga Syaila.

Saat istirahat tadi, selain menceritakan tentang masa lalu dan penyebab kematian Bunda dari Alzero, lelaki itu juga menceritakan hubungan yang terjadi antara dirinya dan Syaila saat masih kecil.

Mereka berdua adalah sahabat dekat, sudah seperti saudara. Hanya saja karena Alzero pindah kota, ia dan Syaila jadi tidak bisa bertemu lagi. Dan sekarang, mereka dipertemukan dengan keadaan yang sudah berubah. Alzero mengatakan, Syaila sudah menjadi perempuan yang berbeda, dan Alzero tidak menyukainya.

Hubungan persahabatan yang dipisahkan oleh jarak dan dipertemukan kembali dengan waktu sungguh menyulitkan. Rembulan bahkan tidak menyangka jika mereka bisa saling kenal seperti ini.

Di sisi lain, Rembulan merasa lega karena Alzero tidak kembali pada Syaila. Tapi ia juga kasihan dengan Syaila sekarang. Pasti kakak kelasnya itu sangat sedih saat bertemu dengan sahabatnya lagi, namun sudah tidak dianggap. Ah, hubungan yang paling rumit ya memang bersahabat dengan lawan jenis 'kan?

Tok tok tok!

Suara ketukan itu membuat kepala Rembulan menoleh. Gadis dengan kacamata yang melorot itu langsung bangkit dan membuka pintu kamarnya dengan cepat.

"Lagi ngapain nih? Kok sepi?" Alvano nyelonong masuk begitu saja, dan merebahkan dirinya di karpet bulu di dekat tempat tidur. "Bosen ya, Lan. Bang Rion gak ada, gue gak bisa gangguin dia. Varo juga gak ada, rumah kayak gak ada AC."

Rembulan menutup buku tulisnya yang ada di meja, setelahnya ia langsung duduk bersila di samping Alvano.

"Abang kangen kak Varo?"

"IH JIJAY!"

Rembulan terkekeh agak keras, bagaimana pun Alvano menyembunyikannya, raut wajahnya tetap menunjukkan jika lelaki itu sedang cemas karena saudara kembarnya tidak berada di dekatnya. Lelaki itu akan merasa gelisah walaupun gelagat pada dirinya tidak menunjukkan apapun dan bersikap seolah-olah tidak peduli.

"Lan." Tangan Alvano terangkat, senyumannya mengembang perlahan-lahan seiringan dengan jemarinya yang mengelus pipi Rembulan. "Lo tau 'kan gue kembaran Varo? Tapi lo tau gak rasanya gimana jadi kembaran dia?"

Mata Rembulan mengedip-ngedip cepat, mendadak tubuhnya kaku saat tangan Alvano masih berada di pipi kanannya. Mulutnya juga hanya diam selama beberapa detik sampai akhirnya Rembulan mencoba untuk berdehem.

4 Brother'z [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang