🌙ㅣ24. Hero & Ala

48.6K 7.7K 113
                                    

''Semua pasti akan berubah seiring dengan berjalannya waktu.
Jangan berharap semua akan tetap sama seperti dulu''

 Jangan berharap semua akan tetap sama seperti dulu''

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Syaila."

Keadaan kelas 12 IPA 1 saat ini tengah ramai, banyak murid-murid yang melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Seperti main tiktok, gosip, make up, atau hal random lainnya seperti yang dilakukan Syaila dengan teman-temannya di belakang. Mereka sedang memojokan satu siswa berkacamata.

Mendengar namanya dipanggil seseorang, Syaila menghentikan pergerakan tangannya yang hendak menampar pipi siswa tadi. Ternyata bukan dirinya saja yang langsung menghentikan aktivitasnya. Tapi yang lain juga. Semua murid di sana memokuskan atensinya pada sosok lelaki di depan kelas.

"Siapa lo berani manggil gue?!" teriak Syaila dengan nada jengkel. Ia belum bisa melihat lelaki yang memanggilnya karena posisinya terhalangi murid lain. "Maju sini! Bukan ngomong doang!"

"Oke, gue maju nih."

Semua yang ada di kelas terdiam, pandangan mereka terfokus pada satu lelaki yang menghampiri Syaila dengan seringaian miring tercetak di bibirnya. Kedua tangannya dimasukan ke dalam saku celana, menambah kesan cool di mata semua siswi yang menyaksikan. Termasuk Syaila sendiri.

Namun, keterdiaman Syaila saat ini bukan karena terpana melihat dewa turun dari langit, melainkan terdiam karena rasa keterkejutannya. Syaila tidak bisa membuka mulutnya saat melihat siapa yang melangkah ke hadapannya.

"Mmmm, coba lo sebutin siapa pahlawan lo?" lelaki itu bertanya tepat setelah dirinya berhenti melangkah dan berada di jarak dua meter dari Syaila.

Semua yang ada di kelas dibuat bingung dengan pertanyaan lelaki barusan, kening mereka mengerut, beralih menatap Syaila yang terlihat berbinar-binar.

Kedua mata Syaila membola, mulutnya pun terbuka saat rasa terkejutnya bertambah.

"Lo?!" pekiknya membuat satu kelas kebingungan. Awalnya Syaila terlihat panik, tapi kenapa sekarang malah jadi terlihat senang seperti ini?

"Jawab." Lelaki itu berkata dingin. Ia menatap Syaila dengan tajam. "Siapa pahlawan lo?"

"Hero!!" Syaila menjawab dengan semangat dan penuh kegembiraan. Ia hampir saja melompat dan memeluk lelaki di hadapannya. Tapi ia tahan, tidak mungkin ia langsung memeluk siswa baru pindahan yang langsung dinobatkan sebagai Pangeran sekolah itu. Atau lebih jelasnya, Alzero Zanava.

Alzero, lelaki yang membuat semua orang bertanya-tanya apa maksud dari pertanyaannya barusan pada Syaila itu mendengus. "Oh, jadi bener ya lo orangnya," ucapnya dengan nada agak memelan. Ia tersenyum menatap Syaila di hadapannya. "Ikut gue bentar, ada yang mau gue omongin."

Syaila yang mendengar itu mengangguk semangat, ia melangkah mengikuti Alzero yang sudah keluar kelas, namun sempat tertahan saat Ghea dan Tiara menarik lengannya.

4 Brother'z [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang