Chapter 32

469 91 65
                                    


Terimakasih buat yang udah
Ngevote dan coment dari
Awal sampai sekarang
Dan selamat datang
Buat pembaca baru
Maaf sering slow update
Kalau ada typo beritahu aku yah 🙏



Sudah siap sama chapter ini



Warning ⚠️

                      

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

           
          

          Taehyung menyadari satu hal,
Airin tidak seperti biasanya, gadis itu cemburu walau dia tidak mengatakan apapun.

             Sebagai laki-laki dewasa Taehyung memahami wanitanya.

Malam ini terasa sunyi bagi keduanya, entah perasaan seperti apa yang Taehyung rasakan, relung hati nya terasa kosong, Airin lebih banyak diam dan gadis itu tidak begitu banyak mengobrol dengan nya, ketika makan malampun mereka hanya membahas soal pernikahan yang masi abu-abu, dan ketika selesai membersihkan piring kotor dan pekerjaan lainnyapun Airin lebih memilih diam di kamar seperti sekarang cenderung mengajak Taehyung menonton atau berbicara empat mata seperti pasangan kekasih pada umumnya.

Memang waktu yang tersita cukup membuat kedua nya jarang bertemu dan Taehyung takut Airin membenci nya.

Akhir-akhir ini Taehyung memang sibuk dengan urusan nya, seringkali mengabaikan Airin, tentu wanita berbadan dua cenderung lebih sensitif, butuh perhatian dan semacamnya, maka dari itu Taehyung mencari cara agar bisa bersama wanita itu.

Lampu yang semula terang berganting remang, Taehyung mematikan lampu led besar itu dan tersisa lampu kecil di nakas, Airin berdecak kesal karena benci gelap.

"Aku tidak mau tahu"

Airin tahu maksud Taehyung mengilah tentang cara bercinta yang aman kata nya, padahal hanya pancingan saja agar Airin tertarik dengan obrolan itu dan melakukan macam-macam, tapi wanita itu lebih memilih menutup telinga dengan bantal.

"Kau ingin membunuh anak mu"

Tidak ada sanggahan dari Taehyung posisi Airin yang masih memunggungi Taehyung membuat nya tak bisa menatap pria itu, niat awal ingin mengabaikan, alhasil Airin mengikuti kata hati nya untuk menoleh.

Sial sekali, Taehyung masi di sana berbaring dengan posisi miring menghadap nya dengan cengiran tanpa dosa yang membuat Airin jengkel. Walau niat hati nya kuat untuk memeluk Taehyung tapi di kalahkan denga rasa kesal dan gengsi yang tinggi.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang