04

147K 2.7K 331
                                    

Hari ini adalah hari sakral dimana Devan akan menikah dengan gadis yang di cintai nya, hari dimana Ara akan menjadi istrinya secara sah di mata agama dan hukum.

"Akhayy, malam ni jebol asekkk" girang Devan dalam hati.

Devan senyum-senyum sendiri sambil menunggu penghulu selesai menyiapkan apa yang di perlukan.

"Baik, saudara Devan siap?"

"Siap" jawab Devan yakin.

Penghulu mulai menjabat tangan Devan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Aarav Devano Genandra dengan saudari Arasintiya Dwita Mahesa binti Juliana Mahesa, Dengan mas kawin uang senilai tiga ratus juta rupiah, rumah beserta fasilitasnya, satu unit mobil dan seperangkat alat sholat di bayar, tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Arasintiya Dwita Mahesa binti Juliana Mahesa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Devan dengan lantang.

"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya penghulu.

Semua orang pun bersorak, terlebih sohib-sohib nya devan. "SAH!!"

"Alhamdulillah, bisa tolong panggil kan pengantin wanita nya" pinta penghulu.

Devan sendiri sudah grasak-grusuk karna penasaran dengan penampilan calon istri nya— ralat ISTRI SAH NYA.

"Haduh deg-degan gue" ucap Devan pada teman-teman nya di belakang.

"Tenang bro! Ingat! Malam nih buka segel, ya gak?" Ujar teman Devan bernama Anji. Sebenarnya nama aslinya adalah Angga Jidara, tapi beri gelar oleh komplotan nya Anji.

"Wuishh bener tuh, harus seneng dong bos!" Sahut Vero menimpali ucapan Anji tadi.

Devan menghembuskan nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya. " Dev, tuh bini Lo." Tegur Aksa menepuk bahunya.

Devan menoleh cepat ke arah tunjuk Aksa tadi. Dan........ I-itu... Ara?..... Istri gue?— cengo nya dalam hati.

Pandangan nya tak terlepaskan tertuju pada Ara yang berjalan pelan ke arah nya. Bahkan ia masih memperhatikan Ara saat gadis itu mulai duduk di sebelahnya.

"Anjayy, cakep bener bini gue!!"  Teriaknya dalam hati.

"Ara nya jangan di liatin terus dong, Dev. Kasian tuh Ara nya jadi malu, kalo mau liatin terus nanti aja di kamar sampe puas." Goda mamanya menyadarkan Devan yang masih memperhatikan Ara.

Devan dan Ara pun langsung mengikuti instruksi penghulu untuk tanda tangan di buku nikah mereka, dan setelah itu pun penutupan acara ijab qobul dengan membaca doa.

(Kurang tau gimana jelasnya, soalnya author belum pernah nikah:"|)

"Baik, ijab qobul ini kita tutup dengan membaca doa. Al-fatihah" ujar penghulu menuntun semua yang ada disana berdoa.

Doa pun selesai, kini Ara dan Devan di berikan waktu untuk beristirahat sebelum lanjut ke acara resepsi.
Devan mengiring Ara untuk masuk ke kamarnya yang sudah di hiasi, ia mendudukkan istri mungilnya itu di kasur dan duduk di sebelahnya.

"Seneng gak?" Tanya Devan.

Ara mendongak menatap nya, lalu mengangguk.

Devan tersenyum lalu mencium puncak kepalanya dan membawa tubuh kecil Ara ke dalam pelukannya. "Hmm, aku seneng banget akhirnya mimpi aku nikahin kamu jadi nyata." Ungkap Devan memeluk erat tubuh Ara.

Ara pun membalas pelukan suaminya itu, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Devan. "Ara juga seneng bisa jadi istrinya kak Devan." Balas nya sambil mengusap-usap punggung Devan.

my couple 18+ [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang