Spesial Part | 2

233 49 10
                                    

"Mungkin waktunya bukan sekarang.
Mungkin nanti. 

Ketika kita sudah jauh lebih dewasa, lebih mampu meredam ego sendiri ketimbang memilih merelakan pergi. Ketika waktu tidak salah lagi, sudah bosan sama-sama berlari, sudah puas oleh kata pergi. 

Tapi, untuk sekarang aku hanyalah kesalahan di hidupmu. Dan kamu adalah cerita tak rangkum di hidupku.

Sampai jumpa. Ayo kita akhiri ini sama-sama."

____________________

  Song recommended
Heize-on rainy days
.

.

.


  Tiga hari sebelumnya....
   
   Jaerin tertegun, menatap seseorang yang tengah berjalan menghampirinya. 

   Matanya sama sekali tak teralihkan sampai orang itu kini telah berdiri di hadapannya. 

   Dengan senyuman lebar, dan sapaan singkat yang kemudian ia lontarkan, membuat Jaerin merasa sesak seketika. 

   Tak sadar, matanya berkaca-kaca. Namun perlahan, tiba-tiba tungkainya memaksa melangkah. Mendekat, seraya memeluk erat tubuh orang itu. Yang tak lain dan tak bukan adalah Sungchan. 

    Perlahan, suara isakannya terdengar. Bersamaan dengan elusan lembut di bahunya yang bergetar.

   "Hey..."

   Jaerin melepaskan pelukannya begitu mendengar gumaman pelan yang terlontar. Cewek itu mengusap sejenak air matanya, lalu mendangah menatap Sungchan yang Sama-sama menatap kearahnya.

    "Lo makin cantik aja, apa kabar?"

     Bugh!

     Dengan keras, Jaerin langsung saja melayangkan pukulan pada dada Sungchan, membuat cowok itu mengaduh kesakitan. Namun hanya sebentar, selanjutnya Sungchan malah tertawa pelan. 

   Sialan.
  
    "Gue benci sama lo!" ucap Jaerin kemudian penuh penekanan. Wajahnya begitu memerah, bahkan air matanya kembali meluncur mambasahi pipinya. 

     Jaerin menutup wajahnya dengan sebelah tangan, lagi-lagi terisak sebab sesak di dadanya kian terasa. Ada sekitaran 10 detik seperti itu, sebelum kemudian Sungchan menarik tangannya dan kembali memeluknya.

   "GUE BENCI SAMA LO!" Teriak Jaerin, mengulang kalimat yang sama. Bahunya kini bergetar hebat, menandakan cewek itu benar-benar menangis disana.

   Sungchan tak melakukan apa-apa. Cowok itu hanya diam sembari menepuk pelan bahu Jaerin. Untuk sekarang, menenangkannya adalah hal utama. Karena Sungchan begitu paham, apa yang tengah cewek itu rasakan. 

   "Gak papa. Lo berhak ngelakuin itu, Rin."

   Jaerin sontak mendongak, kembali menatap Sungchan dengan matanya yang masih dibanjiri air mata. 

   "Kenapa...?" Dengan lirih dia bertanya. 

   "Kenapa lo ninggalin gue? Gue ada salah kah?"

   Bukannya menjawab, Sungchan justru malah memilih untuk tetap diam. Dengan tangannya yang terangkat, menghapus pelan air mata Jaerin tanpa ada niatan mengatakan apa-apa.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang