🌙ㅣ22. Kabur

50K 8.5K 343
                                    

'' Terkadang, melarikan diri bisa menjadi solusi yang bisa diambil untuk keselamatan''

'' Terkadang, melarikan diri bisa menjadi solusi yang bisa diambil untuk keselamatan''

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Brak!!

Rembulan memekik keras, kedua tangannya membekap mulutnya sendiri saat melihat Alvaro terbaring di tanah, tepat di bawah kaki Rembulan. Lelaki itu tersungkur dengan sangat keras saat seseorang dari belakang Agraska menendang perutnya secara mendadak.

Rembulan sontak berjongkok, ia memegang kedua pundak Alvaro yang masih tergeletak. "Kakak! Kakak!" Rembulan tidak tahu harus apa, ini pertama kalinya ia menyaksikan perkelahian, apalagi secara jelas dan dekat. "Kakak, Kakak bangun, ayo pergi. Ayo pergi dari sini kak."

Alvaro bangkit perlahan, ia meringis saat merasakan rasa ngilu yang timbul dari bagian perutnya yang terkena tendangan tadi. Alvaro tidak menduga jika Agraska sudah menyiapkan anak buahnya di belakang, saat setelah Alvaro memukul rahang milik Agraska. Ternyata benar, Agraska itu licik. Lelaki itu bahkan tidak main sendiri, tapi malah keroyokan.

Jika terus dilawan, sudah dipastikan yang menang adalah kelompok Agraska. Alvaro kalah jumlah. Satu lawan dua puluh orang? Sudah jelas siapa yang menang. Tolong diingat, Alvaro memang jago taekwondo, tapi sayang sekali ia tidak melanjutkannya alias terputus di tengah jalan, jadinya ia hanya bisa menguasai sedikit teknik-tekniknya.

"Kak."

Alvaro melirik Rembulan yang entah kenapa sudah mengalirkan air matanya dengan deras.

"Kakak ayo pergi, Bulan gak bisa bantu kakak kalau kayak gini. Bulan gak tau harus apa, Kak."

"Lo diem." Alvaro berujar ketus, dirinya bangkit setelah menepuk kasar kemejanya, tapi lagi-lagi sebuah tangan menahan pergerakannya.

Rembulan menahannya dengan kencang. "Kalau kakak maju, Bulan m-mau telepon bang Zero sama bang Vano."

Shit! Pintar juga. Alvaro mendengus pasrah. Jika gadis itu menghubungi kedua saudaranya, pasti kakak tertuanya akan tahu, lalu jika kakak tertuanya tahu, Papanya juga akan tahu. Bisa-bisa semua fasilitas Alvaro dicabut oleh Anggara. Tidak, itu tidak boleh terjadi.

"Bangun." Alvaro memerintah membuat kepala Rembulan mendongak. "Cepet!"

Rembulan mengangguk, ia bangkit dan berdiri di hadapan Alvaro. Secara mendadak, Alvaro menarik tangannya dan menggenggamnya dengan sangat erat, sementara tangan yang satu lagi memegang sebuah kayu yang tergeletak di jalanan.

"GUE BUKAN PENGECUT!!" Alvaro melempar kayu besar yang ada di tangannya ke arah depan, dan tepat mengenai salah satu anak buah Agraska membuat sekumpulan lelaki dengan jaket hitam itu panik dan terkejut, mereka berhambur mengerumuni lelaki yang tergeletak karena Alvaro tadi.

Memanfaatkan situasi, Alvaro menarik Rembulan dan berlari ke arah motornya. Dengan gerakan super cepat, ia membantu Rembulan untuk naik dan langsung menyalakan motor sportnya. Melaju kencang tepat saat Agraska melemparkan sebuah batu yang beruntungnya tidak mengenai apapun di sana.

4 Brother'z [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang