Bab 20

27K 895 526
                                    

Tinggalin jejak yaw.

Mau absen dulu. Kalian pada dari kota mana nih?

Kalau ada typo jngn lupa ditandai.

Happy reading

Alexa berlari menyusuri koridor dengan cepat. Kepalanya mendadak pusing. Ia harus segera sampai di UKS.

Hingga akhirnya, Alexa berhasil. Ia membuka pintu UKS dan langsung masuk ke dalam. Alexa melihat-lihat sekitar. Ada beberapa murid yang tetidur di atas brankar.

Alexa berjalan lagi, ia menyibakkan gorden penutup satu brankar dan mendudukan diri di atasnya.

Pikiran Alexa berkecamuk. Ia memejamkan matanya erat. Perkataan-perkataan yang Putri lontarnya seolah terus-terusan memaksa masuk ke dalam pikirannya.

Seseorang menyibakkan gorden lagi. Cowok itu tampak sedikit kaget melihat dirinya.

"Kak Raka,"

"Loh Alexa. Lo sakit lagi?" tanya Raka khawatir. Cowok berjas putih itu dengan cepat berjalan mendekati Alexa.

"Gua gak papa, kok." Alexa tersenyum tipis.

"Muka lo kenapa pucet gitu?" Raka menyentuh kening Alexa. "Ga demam,"

"Gua cuman, lapar. Hehe,"

Raka berdecak. "Udah gua duga sih. Lo tuh kebiasaan ya ga sarapan pagi. Kalau terus-terusan gitu lo nanti sakit mulu tau nggak?" Alexa mendengarkan omelan Raka. "Gua beliin makan bentar ya,"

"Eh ga usah kak. Beneran ga usah. Gua bentar lagi ke kantin kok," cegah Alexa. Sumpah demi apa pun Alexa benar-benar merasa tak enak hati pada Raka. Setiap mereka bertemu, Alexa selalu saja menyusahkan cowok baik ini.

"Udah lo diem aja di sini. Gua bel—"

Ucapan Raka terpotong ketika seseorang datang dan menyodorkan sekantung plastik putih.

"Makan."

"Lo... "

"Cepetan. Gua gak mau lo sakit. Dimakan!"

Raka memalingkan wajahnya ke arah lain. Geram melihat tingkah cowok itu.

"Gua bisa urus Alexa. Lo bisa pergi," ujar Devano tampak cuek. Bahkan seperti enggan melihat wajah Raka.

Menghela nafas panjang, Raka memilih mengalah dan pergi meninggalkan Devano dan Alexa.

"Lo, kayak ada masalah sama Kak Raka," ujar Alexa.

"Bukan urusan lo. Makan tuh rotinya!" tukas Devano.

Alexa memutar bola matanya dan memilih untuk membuka bungkus roti itu dan melahapnya.

"Lo kenapa ga masuk kelas?" tanya Alexa lagi.

"Ck, banyak omong lo. Abisin dulu baru ngomong," ujar Devano.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang