Bab 19

30.7K 1.1K 339
                                    

Jangan lupa vote dan komen.

Kalau ada typo ditandai yaw vren.

Happy reading

Jantungnya berdegup kencang, sebelah tangannya menutup mulutnya kaget dan matanya pun ikut melotot. Putri menyenderkan tubuhnya ke tembok.

Tepat di balik tembok yang Putri sandari, ada dua insan yang sedang melakukan hal yang tak pantas.

Desahan menjijikkan serta tubrukan alat kelamin memenuhi indera pendengaran Putri. Ia tidak menyangka jika dua orang itu sanggup melakukan hal menjijikkan itu. Terlebihnya, Alexa.

Enth sejak kapan air mata Putri sudah meluruh. Ia tidak menyadarinya.

Tak sanggup mendengar desahan Alexa lagi, Putri pergi meninggalkan kamar mandi dengan cepat. Perasaan kecewa, marah dan sedih bercampur aduk di dalam hatinya.

Sedangkan di dalam kamar mandi itu, sudah ada Devano dan Alexa yang saling mendesah nikmat.

Alexa sudah membelakangi Devano dengan kedua tangannya menumpu pada pinggiran wastafel. Dress putih indah Alexa pun sudah terangkat hingga sepinggang.

Sedangkan Devano, cowok itu masih tetap memajukan bokongnya memompa miliknya memasuki vagina Alexa. Nikmat sekali.

"Dev ahh... shhh..."

"Pelan Dev ahhh..."

Devano tak perduli, ia tetap memenuhi hasratnya. Mengenjoti Alexa tanpa ampun.

Sedangkan Alexa sudah bergerak maju mundur. Ia memejamkan matanya menikmati rasa sakit yang ia terima. Di balik rasa sakit, ada juga rasa nikmat yang hanya Devano saja yang pernah memberikannya.

"Ini hukuman lo Alexa, shh... Kenapa segampang itu lo lupain gua ahhh... shh..."

Devano memcabut juniornya. Ia membalilkan tubuh Alexa. Kedua tangan Devano beralih ke ketiak Alexa dan langsung mengangkat tubuh gadis itu duduk di tempat yang kosonh di barisan antara wastafel itu.

Devano membungkukkan badannya. Jari jempol dan telunjuknya membuka lebar vagina Alexa yang sudah memerah.

"Ahh... Dev..."

Alexa terperanjat kaget ketika Devano menghisap miliknya dengan rakus. Ia menggeliat kegelian. Bagaimana tidak? Lidah Devano kini ikut menari-nari di dalam miliknya. Alexa mendongak hingga membusungkan badannya tak sanggup menahan lagi.

Devano memundurkan lagi kepalanya. Ia memandangi vagina indah Alexa yang menjadi candu juga baginya. Devano mulai memasukkan dua jarinya ke dalam milik Alexa dan mulai mengocoknya.

"Aw ahhh... ahhh..."

"Dev please ahh... shhh... ahhh..."

Cairan kental keluar dari milik Alexa. Devano pun mengeluarkan jari-jarinya.

Devano berdiri tegap. Ia menunduk mengarahkan kejantanannya ke vagina Alexa.

Jleb.

Devano memejamkan matanya ketika juniornya sudah masuk sepenuhnya ke milik Alexa. Devano mengangkat Alexa tanpa melepas penyatuannya. Ia berjalan menuju closet dan duduk di atasnya dengan Alexa masih berada di gendongannya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang