Bab 18

31.5K 1.1K 226
                                    

Jangan lupa v&c.
Follow jg akun wp sya ok vren.

Kalau ada typo ditandai yaw vren.

Happy reading.

Alexa kini menyantap hidangan lezat yang ada di depannya. Ia bergerak tak nyaman. Bagaimana tidak? Di hadapannya seorang cowok menatapnya dengan senyum miring. Di samping cowok itu, ada sahabatnya juga.

Ya, dia adalah Devano dan Putri. Hal yang tak pernah Alexa duga-duga. Dunia memang sangat sempit. Bisa-bisanya ia bertemu dengan Devano dan Putri di tempat seperti ini. Ah iya, Alexa lupa, Damar-ayahnya'kan memang bawahannya ayah Devano.

Alexa menganggap dirinya bodoh karena lupa akan hal itu. Padahal, Devano selalu mengatakan itu setiap mereka tak sengaja bertemu. Mengancamnya dengan itu juga.

Dunia, benar-benar sempit.

***

"Kok lo bisa ada di sini?"

"Lo kan tadi liat bokap gua,"

Putri tersenyum. "Gua ga nyangka kalau bokap lo sama bokap gua, bahkan Devano juga adalah rekan bisnis,"

"Alexa!"

Alexa terpaksa menoleh ketika seseorang memanggilnya, Putri pun ikut menoleh.

Untuk beberapa detik, Alexa tepukau akan ketampanan cowok yang memanggilnya, Devano. Kemeja hitam yang melekat di tubuh cowok itu membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat.

"Lo ikut gua," ujar Devano tanpa ekspresi.

Alexa menatap Putri sebentar, seolah mengatakan 'apa-apaan cowok sinting ini'.

"Lo budeg apa gimana? Lo ga denger gua barusan ngomong apa?" ujar Devano lagi dengan nada suara yang sudah berbeda.

Dengan sangat amat berat hati, Alexa berdiri. "Bentar ya Put, ntar gua balik lagi,"

Putri tersenyum tipis lalu mengangguk. Alexa mulai berjalan meninggalkan Putri sendirian di meja yang dipersiapkan untuk para anak-anak pebisnis itu.

Putri menatap kepergian Devano dan Alexa datar. Giginya bergemertak marah. Tangannya terkepal kuat. Hatinya memanas.

Saran agar pertemuan ini membawa para anak-anak mereka adalah usulan dari Putri. Ia meminta pada ayahnya dengan alasan dia ingin memiliki teman dengan para anak rekan kerja ayahnya. Ayahnya tentu saja dengan cepat menyetujuinya, karena hal itu pun tak merugikan dirinya dan malahan membawa dampak positif.

Alasan Putri melakukan hal itu adalah, Devano. Sejak menginjakkan kaki di bangku SMP, Putri sudah menaruh hati lebih dari seorang teman pada Devano. Putri tau Devano itu playboy, tapi itu tak mengubah rasa cinta Putri pada cowok brengsek itu. Sudah banyak cowok yang Putri tolak demi Devano.

Putri tak pernah berani untuk mengungkapkan perasannya pada Devano. Ia sedang menunggu, menunggu Devano agar peka terhadap perasaanya.

Tapi malam ini, di hadapan Putri, Devano malah pergi bersama Alexa. Putri seperti tak dianggap kehadirannya.

Kedatangan Alexa malam ini menghancurkan hatinya, membuatnya ingin mengacak-acak seluruh barang yang ada di hadapannya.

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang