Chapter 31

490 86 19
                                    

Voment untuk part ini.

Sorry for late and typo 🙏

Kasih aku semangat dong gaes :"(.

Sider makin banyak aja

        Satu pekan berlalu, tepat hari Minggu pada akhir musim panas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


        Satu pekan berlalu, tepat hari Minggu pada akhir musim panas.

          para pejalan kaki mulai menapak pada aspal menuju tempat yang menjadi prioritas pagi hingga sore. Kota busan memang terbilang cukup sibuk. Dengan aroma selai strawberry dan kentang goreng yang menguar lewat jendela kala pagi menjelang tersapu angin hingga tak tersisa menjadi aktivis setiap hari nya kala matahari sudah menapak di timur.

Bunyi suara air yang keluar dari keran pada wastafel bak sebuah simpony di pagi hari dalam beberapa minggu kedepan di kediaman Airin diiringi rasa mual yang membuncah, wanita itu harus terus berurusan dengan rasa mual itu tiada henti, kadang kala harus membuatnya memuntahkan makanan yang barusan ia telan atau sekedar air putih saja, ini menyiksa. Airin menyeka bibir pucatnya. Kaca besar di hadapannya sudah menjelaskan bagaimana kacaunya wanita itu.

Helaan nafas berat nya spontan dengan denyut nadi yang cukup melaju mata hitamnya tak lepas menatap dirinya di depan cermin yang terdapat di dalam kamar mandi begitu teliti bahkan ia mengusap perutnya yang masih rata sebab masi berusia enam minggu. Wanita itu tetap cantik walau wajahnya pucat seperti kekurangan darah dan rambut yang acak-acakan.

Hormon kehamilan membuat nya malas hanya sekedar berdandan dengan polesan tipis saja, Airin cenderung menghabiskan waktu di kamar karena kondisinya yang cukup lemah, tapi pagi ini ia harus memaksakan diri untuk pergi ke supermarket untuk membeli keperluan rumah karena ibu dan ayah nya sedang melakukan perjalanan bisni ke seoul, sementara asisten rumah tangga yang biasa membantu sedang sakit.

Wanita baya itu tentu tak bisa membiarkan suami nya pergi sendiri sebab kondisi kesehatan nya, alih-alih untuk menjaga puteri nya, jung seorin tentu tak ingin melihat suaminya celaka dan Airin'pun tak masalah di tinggal sendiri.

Setelah menyesap teh hangat di pagi hari karena memang hanya air minum saja yang berhasil masuk setelah roti yang kembali di muntahkan. Airin menggunakan dress selutut dengan motif bunga yang begitu pas di tubuh ramping gadis itu, dengan polesan lipstik berwarna merah muda cukup membuat wajah pucat nya terlihat lebih fresh.

Dengan troli yang sudah di siapkan, Airin menyusuri stan buah-buahan dan sayuran, mengambil beberapa jenis buah di sana.

Airin kembali melanjutkan langkah nya dengan langkah pelan untuk mengamati stan-stan yang ia lewati sampai kini ia berhenti pada stan perlengkapan bayi termasuk susu ibu hamil, ada sepatu bayi yang begitu mungil membuat Airin tersenyun gemas lalu meletakkan nya kedalam troli tanpa berfikir lagi anaknya kelak laki-laki atau perempuan. Airin mengamati beberapa varian rasa susu ibu hamil yang tertera di sana ia mengambil susu dengan rasa coklat, mengamati sejenak kotak persegi empat itu.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang