13. Panti Asuhan

237K 24.9K 13.3K
                                    

Hai fren, aku balik lageeee setelah gak update satu jam☺☺☺😘😘😘😘

Udah siap baca belom? Di chapter ini bakal ada shsnamammaakmsgdg, ya gitu pokonya!

Aku bakal update lagi kalo vote dan komen udah lebih dari chapter sebelumnya yaw💖💖💖

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Riri bersyukur, hari ini keadaan Gala terlihat lebih baik daripada satu minggu yang lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Riri bersyukur, hari ini keadaan Gala terlihat lebih baik daripada satu minggu yang lalu. Tepatnya saat Gala harus menerima kenyataan pahit dengan mengikhlaskan kepergian papa dan juga mama tirinya.

Sehari setelah pemakaman Abraham dan Anita dilaksanakan, keadaan Gala sempat memburuk. Gala down hingga mengalami demam tinggi dan sekujur tubuhnya menggigil kedinginan. Untungnya hal itu tidak berlangsung lama, hanya tiga hari saja.

Tidak hanya itu, sehari setelah Gala sembuh dari sakitnya, sikap Gala juga berubah total. Gala menjadi lebih banyak diam dan sengaja menutup diri dari lingkungan sekitar. Gala tidak mau bertemu dengan siapapun.

Jadi, selama satu minggu ini Gala benar-benar tidak bertemu dengan siapapun, kecuali Riri yang setiap pulang sekolah selalu menyempatkan untuk datang ke apartemen Gala. Rencananya, Senin depan Gala baru masuk sekolah seperti biasa. Itupun karena bujukan dan rayuan dari Riri.

"Nih susu."

Gala meletakkan satu gelas susu rasa stroberi di meja. Lalu ikut duduk di samping Riri yang tengah asyik menonton kartun. Entah kartun apa, Gala tidak tahu namanya.

"Susu siapa?" Tanya Riri tanpa menolehkan kepala. Gadis itu fokus dengan tontonan di layar televisi. Karena tadi pagi saat di rumah, Riri belum selesai menonton, tapi Gala sudah menyuruhnya datang ke apartemen. Mau tidak mau Riri harus ikut bersama sopir yang sudah Gala tugaskan untuk mengantar jemput Riri selama satu minggu ini. Lagi-lagi hari libur Riri harus terganggu karena keegoisan Gala yang selalu menginginkan Riri ada di dekatnya.

"Ck! Pake nanya susu siapa, ya susu lo lah!" Decak Gala sebal. Satu tangannya menarik kepala Riri agar bersandar di dada bidangnya.

"Susu Riri?" Riri menatap segelas susu dan Gala bergantian dengan tatapan bingung. "Tapi punya Riri masih...utuh."

Tahu akan maksud Riri, Gala buru-buru mengoreksi ucapannya. "Maksudnya susu yang gue bikin buat lo. Aduh! Otak lo sekecil apa sih?! Bego banget. Untung gue cinta. Kalo gak, udah gue ceburin lo ke selokan sampe muka lo gepeng," kesal Gala menoyor kepala Riri pelan.

Bibir Riri mencebik kesal. "Maksud Riri susu siapa itu, susu kambing apa susu sapi ih?! Kan di kulkas Gala ada susu sapi sama susu kambing dan dua-duanya rasa stroberi. Tapi tadi Gala malah jawab susu Riri. Gimana sih, susu Riri kan--"

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang