[16] Jealousy

40 36 80
                                    

Tugas kalian banyak/numpuk-?
Deadline padat-?
Cape-?

Sama, Saya juga :>




















































Malam hari telah tiba, bbq-an telah dimulai sejak matahari mulai tenggelam-walaupun hanya menyiapkan saja kebutuhannya. Tapi, Jimin sudah memanggang beberapa helai daging saat itu.

J-hope yang terus menari dengan lagu yang diputar dari speaker bluetooth milik Seokjin.

Gumpalan asap mulai bertebrangan keatas-dari arah panggangan. Jimin sedari tadi sibuk memanggang daging, sampai lupa akan kepergian Jungkook.

Pria Kim yang terduduk memojok dikursi dekat tembok, dengan punggung yang menyender pada senderan kursinya. Matanya menatap kosong kolam renang disana, dengan kaki yang sengaja ia lipatkan.

"Hyung-a! Bisa bantu Aku?" seru Jimin pada Seokjin yang sedang terdiam disamping J-hope. Seokjin mengangkat kedua halisnya. "Bergantian memanggang daging." ujarnya dengan menjulurkan capitan sebari tersenyum pada Seokjin.

Wajah datar Seokjin keluar, lalu tak lama ia bangkit dan mengambil capitan itu dari tangan Jimin dan mulai membalik daging yang berada diatas panggangan. Jimin tersenyum simpul, ia pun langsung mendekati temannya yang sedang melamun dipojokan sana.

"Omo, bajuku bau asap. Benarkan?" tanyanya pada Taehyung, dengan hidung yang mencium baju lengan panjangnya itu. Taehyung menggakkan duduknya, lalu memandang Jimin.

"Ne, Kau sangat bau." jawab Taehyung dengan sarkasnya.

"Kau ini, tidak usah melebihkan. Aku hanya bertanya sedikit," Jimin berucap layaknya eomma yang tak terima dengan jawaban yang diberikan Taehyung.

"Hmm,"

Jimin menelik wajah Taehyung, raut wajah yang berbeda-sejak kembali dari kamar mandi ia menjadi begini. Jimin langsung menyenggol lengan Taehyung yang lagi-lagi melamun.

"Ada apa? Apakah-" bisik Jimin langsung mendapat daratan jari telunjuk panjang milik Taehyung dimulutnya.

"Jangan bicara, Aku sedang tak mood." ucapan Taehyung sudah memberikan jawaban bagaimana keadaannya sekarang. Ya, badmood.

Jungkook dan Sowon berada dilantai tiga villa, terduduk dikursi kayu pendek yang berada dipinggiran balok. Langit malam begitu jelas terlihat dari atas sana, dengan angin yang dingin mulai memasuki setiap pori-pori mereka.

"Jadi, Kau dan Hyung itu?" tanya Jungkook kembali setelah Sowon menjelaskannya dengan sejelas-jelasnya. Sowon mengangguk dengan senyuman yang terbilang singkat.

Jungkook tak bisa berkata-kata setelah mendengar penjelasan Sowon tadi. Ia tak marah padanya, namun bisa-bisanya ia tak memberitahu Jungkook tentang ini. Sedangkan Jimin dan Seokjin sudah mengetahuinya. Sedikit kecewa, namun juga bahagia-karena Sowon memilih namja yang tepat.

"Mianhe, Aku tak memberi tahumu. Awalnya hanya Kami berdua saja yang menyimpannya, namun Jimin Hyung mengetahuinya. Tak lama, Seokjin Hyung juga." ucap Sowon merasa bersalah pada sahabatnya itu, merundukkan pandangannya kearah bawah.

Tangan Jungkook mengusap kedua bahu Sowon dengan lembut, lalu kepala Sowon menegak langsung memandang wajah Jungkook yang berada disampingnya itu.

"Gwenchanna, Aku akan merahasiakannya." ucapnya dengan senyuman manis lengkap dengan acungan jari kelingking ke hadapan wajah Sowon. Lantas Sowon langsung menyantelkan jeri kelingking nya pada jari Jungkook, dengan senyuman pula menghiasi wajahnya.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang