12. Kelemahan

233K 24.9K 8.4K
                                    

Hai guyss, selamat hari kamis. Nanti malem malming kan yaaa?😍💖

Maaf yaa udah satu hari gak update😘😘

Baca sambil ngapain nihhh???

Aku bakal update lagi kalo vote dan komen udah lebih dari chapter sebelumnya yaw💖💖💖

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mata Riri membulat sempurna melihat keadaan Gala di depannya. "Gala..."

"Peluk gue pleaseee..."

Tanpa menunggu jawaban dari Riri, cowok dengan penampilan acak-acakan itu sudah lebih dulu menarik Riri ke dalam dekapannya. Gala menyamankan posisi kepalanya di ceruk leher Riri. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Riri yang membuatnya nyaman dan tenang di saat bersamaan.

Meskipun Bingung, Riri tetap membalas pelukan Gala. Tangan mungilnya juga sibuk mengusap-usap punggung lebar milik Gala. Seolah ia ingin memberi ketenangan untuk Gala yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja.

"Gala kenapa?" Tanya Riri pada akhirnya. Membuat Gala mengangkat kepala dan menatap Riri dengan mata berkaca-kaca. Meski ini bukan pertama kali bagi Riri melihat Gala menangis, namun tetap saja Riri merasa aneh. Di depan anak Drax Gala selalu terlihat berwibawa dan sangar. Namun jika sudah dihadapkan dengan Riri, sikap Gala justru terlihat seperti anak kecil.

"Gue kangen sama lo, Ri. Jangan tinggalin gue lagi, ya. Jangan."

"Jangan, Ri. Pleaseee..."

Riri merasa bersalah melihat keadaan Gala sekarang. Kalau tahu Gala akan sefrustasi ini, mungkin kemarin Riri tidak akan mendengarkan saran dari abangnya untuk menjauh dari Gala sementara waktu. Sampai harus tidak masuk sekolah selama dua hari.

"Maafin gue, Ri." Gala kembali memeluk Riri begitu erat. Seolah ia akan kehilangan Riri jika melepaskan pelukannya meski hanya untuk satu detik.

Gala tahu, mungkin jika bukan Riri tunangannya, orang itu sudah merasa bosan mendengar kata maaf yang selalu terucap dari bibirnya setiap kali ia melakukan suatu kesalahan yang sama. Beruntung, tunangan Gala sekarang adalah Riri. Gadis polos nan baik hati yang selalu bisa memaafkan dan menerima dirinya kembali.

Bukan, Gala tidak bermaksud untuk memanfaatkan sifat polos Riri. Hanya saja, untuk saat ini Gala merasa sangat beruntung karena memiliki gadis seperti Riri. Gala mencintai Riri, sungguh. Gala juga tidak mau kehilangan Riri apapun alasannya. Kecuali maut nantilah yang akan memisahkan mereka berdua.

"Ri?"

Mata Riri mengerjap beberapa kali setelah Gala melepaskan pelukannya. Sebenarnya Gala tidak ingin melepaskan pelukan mereka, hanya saja Gala merasa kasihan pada Riri karena gadis itu terlihat kesulitan bernapas saat Gala memeluknya terlalu erat.

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang