Bab 17

32.3K 1.1K 476
                                    

Mampir dulu ke akun w trus follow.

Vote dan komennya jangan lupa.

300 vote 150 komen besoknya langsung up.

Gue ga nepatin janji sama challenge kemarin. Maaf yaw. Ibunda sahabat gue abis di panggil sama Tuhan:(
Jd gue 24/7 harus support dia soalnya dia udh kaya ade kandung gue, dan gue jg udh di anggap ank kandung sama maknya:(

Hari ini Gilang kembali ke London. Alexa dapat melihat snapgram cowok itu. Alexa membukan akun instagram Gilang dan melihat foto-foto lelaki itu.
Jika dulu akun instagram Gilang penuh dengan foto-fotonya, maka sekarang yang tersisa hanya foto cowok itu sendiri. Foto-foto Alexa lenyap begitu saja. Alexa sedih? Sangat.

Tidak pernah terbayang di pikiran Alexa bahwa mereka akan berakhir seperti ini.

"Guys, lo berdua bisa ke rumah gua ga sore ini?"

Pandangan Alexa kini beralih pada Putri yang tiba-tiba menoleh ke belakang. Angel yang duduk di samping Putri ikut melihat ke belakang.

"Ngapain?" tanya Alexa.

Putri menggaruk dagunya yang tidak gatal. "Bantu gua milih maju. Ntar malem bokap ngajak gua makan malam sama rekannya. Gue bingung pake apa,"

Angel tersenyum lebar. "Gampang kalau itu mah! Devano pasti ada, kan?" tanya Angel dengan wajah jahilnya.

"Gatau. Ga peduli juga," ujar Putri acuh. Walau di dalam hatinya berkata lain.

Ucapan Angel memang benar. Devano pasti ada di sana. Karena biasanya setiap ada pertemuan bisnis seperti ini, anak-anak akan ikut serta. Putri juga bisa dekat dengan Devano karena pertemuan-pertemuan seperti ini.

"Xa, lo bisa kan? Sekalian main gitu. Lo juga belum pernah tuh ke rumah gua," ujar Putri.

Alexa mengangguk. "Okay. Gua bakal datang,"

"Gua tunggu ya. Kalau sampai lo berdua ga dateng gua mutilasi juga ntar," ancam Putri lalu terkekeh.

"Yeu si anying. Gua dulu yang mutilasi lo ntar," ujar Angel.

Alexa terkekeh pelan melihat kedua temannya itu. Angel dan Putri benar-benar teman yang baik dan sefrekuensi dengan Alexa.

Hingga bel istirahat berbunyi, ketiganya memilih untuk ke kantin.

***

Angin berhembus lembut. Langit mulai berubah berwarna jingga.

Alexa kini berdiri di depan rumah Putri yang berukuran besar. Dari luar saja tampak begitu mewah dan megah. Bunga-bunga tersusun rapi di pekarangan rumah Putri membuat Alexa beberapa kali berdecak kagum.

"Silahkan masuk, Non," seorang satpam membukakan gerbang untuk Alexa. Alexa sedikit membungkukkan badannya sopan dan permisi untuk masuk ke dalam rumah.

Begitu Alexa sampai di depan pintu rumah Putri, seseorang menghampirinya.

"Temennya non Putri ya? Kata nona muda, non langsung naik aja ke atas. Mau bibi anterin ke kamar nya?"

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang