35. Sakit yang nikmat.

47.7K 2.3K 127
                                    

#KontenDewasa

       Satya melangkah santai menuju ke kelas. Toilet memang cukup jauh dari kelasnya. Sebelum sampai di belokan menuju kelas, Satya terpaksa menghentikan langkahnya.

Telinganya menangkap suara seseorang.

"Engga-engga, ga mau cari masalah gue, mereka baru aja pindah ke sinikan? Engga-engga."

Satya memutuskan bersembunyi dan memasang kuping. Siapa tahu mereka tengah membahas dirinya.

"Gue ga mau mereka bahagia di mana pun mereka berada! Mereka sakitin orang yang gue cinta! Mereka rendahin dia di depan mata gue!"

Satya mengepalkan tangannya, mencoba untuk tetap diam dan tidak gegabah.

"Pokoknya lo sebar ini! Gue cabut."

Barulah Satya keluar dari tempat persembunyiannya dan menghadang sesorang yang membawa foto aibnya.

"Gue ga akan marah, asal lo serahin foto itu dan tutup mulut."

***

Sarah melirik Satya yang terlihat diam dengan wajah tidak bersahabat itu, ada yang aneh pikir Sarah.

"Kenapa? Ada yang ganggu?" tanya Sarah setengah berbisik.

Satya melirik Sarah lalu menggeleng pelan. "Butuh hiburan aja." balasnya acuh tak acuh.

Sarah diam, kalau sudah begitu mana bisa dia bersuara apalagi menawarkan diri untuk menghibur.

"mau ga? Butuh hiburan nih." Satya masih betah menatap Sarah.

Sarah menelan ludah, kenapa harus bertanya sih? Dia jadi bingung menjawabnya. Sungguh menyebalkan bagi Sarah.

Satya mencolek dada kiri Sarah sekilas. "mau ga? Jawab dong, sayang." desaknya.

Sarah semakin di landa gugup, walau sering melakukannya bersama Satya tapi rasanya masih belum terbiasa.

"Terserah aja." hanya itu yang bisa Sarah ucapkan.

Satya sontak tersenyum cerah, dia memang sedang butuh hiburan. Kenyataan soal pelaku yang menyebar aibnya ternyata bukanlah orang jauh.

Yang terdekat memang lebih berbahaya.

"Yaudah, ayo ke kamar." bisik Satya seraya mengusap perut Sarah sesekali.

***

d        Satya melangkah santai menuju ke kelas. Toilet memang cukup jauh dari kelasnya. Sebelum sampai di belokan menuju kelas, Satya terpaksa menghentikan langkahnya.

Telinganya menangkap suara seseorang.

"Engga - engga, ga mau cari masalah gue, mereka baru aja pindah ke sinikan? Engga - engga."

Satya memutuskan bersembunyi dan memasang kuping. Siapa tahu mereka tengah membahas dirinya.

"Gue ga mau mereka bahagia di mana pun mereka berada! Mereka sakitin orang yang gue cinta! Mereka rendahin dia di depan mata gue!"

Satya mengepalkan tangannya, mencoba untuk tetap diam dan tidak gegabah.

"Pokoknya lo sebar ini! Gue cabut."

Barulah Satya keluar dari tempat persembunyiannya dan menghadang sesorang yang membawa foto aibnya.

"Gue ga akan marah, asal lo serahin foto itu dan tutup mulut."

Gairah Anak Muda (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang