Bab 16

31.2K 1.2K 169
                                    

Klik bintang di bawah jangan lupa.

Vote 200 komen 100 besoknya langsung up.

Alexa bingung, ia terduduk diam di salah satu kursi putih yang tersedia di pinggir taman. Hari bahkan sudah gelap, tapi itu tak membuat Alexa beranjak dan pulang ke rumah.

Pikirannya penuh di isi oleh Damar dan Gilang. Dua pria yang dia sayangi itu, seperti beradu masuk ke pikirannya yang membuat kepalanya seolah ingin pecah.

"Jadi... tujuan gua hidup sekarang itu, untuk apa?" beo Alexa hampa.

Jika Alexa pulang ke rumah, ia pasti akan bertemu Damar dan karyawan kantornya itu. Damar bahkan tak segan-segan membawa wanita itu walau tau Alexa ada di sana. Jika tidak salah dengar, Damar pun sepertinya akan mengurus surat cerainya dengan Santi-ibu Alexa.

"

Ternyata, hidup lo semenyedihkan itu,"

Seseorang duduk di samping Alexa, gadis itu menoleh.

Ah iya, dia Kris. Teman dekat Raka.

"Kak," sapa Alexa sembari manghapus sisa air matanya.

"Kakak kok di sini?" tanya Alexa.

"Bukannya ini tempat umum?" tanya Kris, ia menoleh sebentar ke arah Alexa lalu menatap lurus ke depan.

"Oh iya,"

"Masalah lo, kayaknya berat banget," ujar Kris.

Alexa terdiam. Ia bingung ingin mengatakan apa. Pasalnya, Kris ini tripikal cowok yang irit berbicara, seperti yang di ucapkan oleh Angel sewaktu di kantin. Tapi malam ini Kris banyak bertanya membuat Alexa sedikit heran.

"Lo ga ada niatan bundir, kan?"

Kening Alexa berkerut. Ia menatap Kris heran.

"Kata temen gua, Kakak itu irit ngomong. Tapi kenapa sekarang banyak tanya?"

"Lo ngatain gua?" tanya Kris dengan sedikit nada kesal.

"Enggak. Gua ngomong fakta kan?" tanya Alexa.

Kris kembali terdiam. Menurutnya, Alexa itu gadis yang sedang terjerat di sebuah jurang yang dalam, dan tidak bisa kembali. Mata gadis itu selalu tampak kosong. Kris bukannya diam-diam memerhatikan Alexa, hanya saja ketika ia tidak sengaja melihat Alexa, itulah deskripsi yang dapat ia simpulkan tentang gadis ini.

"Kakak satu kelas sama Kak Raka?" tanya Alexa mencoba kembali membuka topik.

"Hm,"

"Sahabatan ya?"

"Hm,"

"Sariawan ya, Kak?"

"Gua suciin juga lo ntar," tukas Kris menatap Alexa jengkel.

Alexa terkekeh pelan.

"Habisnya, hm-hm mulu kayak orang bisu,"

Kris berdiri. "Gua balik duluan," tanpa menunggu balasan Alexa, cowok itu pergi melenggang begitu saja tanpa mengucapkan apa pun.

***

Devano menatap Alexa yang sedang berjalan di tengah lapangan dari lantai kelas 12. Walau banyak sekali siswa-siswi yang berlalu lalang di lapangan, fokus Devano hanya pada Alexa.

"Oi bengong mulu lo kaya lagi mikirin masa depan," Gerry menggeplak punggung Devano pelan.

Daniel mengikuti arah pandang Devano. "Yaelah kepicut beneran ni anak sama si anak baru."

DEVANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang