Bagian 4

7K 378 4

Ara's POV

Brakkk!!!!

" Ya Tuhan... " ujarku spontan. Aku tersandung kabel mesin cutting sehingga sukses membuatku terjatuh dengan posisi berlutut, membuat kardus kecil berisi benang dan buku laporan input yang kubawa juga ikut jatuh dari tanganku lalu berserakan.
Orang-orang disekitar menghampiriku, ada yang membantuku berdiri dan ada juga yang berusaha mengumpulkan barang bawaanku.

" Astaga Ara.....lo nggak apa-apa kan? Hati-hati dong. Disini kan banyak kabel. " ujar salah seorang temanku, yaitu Bayu. Yang juga bekerja di bagian ini sebagai operator cutting.

Aku mengangguk dan meminta maaf pada mereka karna telah membuat kegiatan sebagian dari mereka sempat terhenti hanya untuk menolongku.

Tak berapa lama mereka melanjutkan pekerjaan, dan aku kembali berdiri setelah barang-barangku terkumpul kembali.

" Hati-hati manis,.... " ujar salah seorang dari temanku, akupun mengucapkan terimakasih kepada mereka semua dan melanjutkan perjalananku menuju bagian produksiku. Yaitu dibagian sewing,aku sebagai Adm input disana.

Ya, di pabrik garment ini aku menjadi pekerja buruh dan bukan dikantornya. Karna aku hanya lulusan SMA.

Gudang penyimpanan benang dan aksesoris dengan ruang bagian produksiku terpisah oleh ruang bagian cutting, yang memang hanya disekat terpisah oleh rak-rak besar berisi tumpukan kain warna-warni. Maka dari itu jika aku mendapat surat perintah pengambilan benang atau aksesoris, beberapa kali aku harus melewati ruang cutting terlebih dahulu yang tak jarang sedang beroperasi besar-besaran seperti tadi.

hah...melihat kesibukkan diruang cutting tadi aku yakin pasti nanti akan ada lembur. Aku sedang malas lembur. Lagipula, setelah terjatuh tadi entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak. Pikiranku langsung tertuju pada orang rumah, entah itu ibu atau adikku Denis.

" Ya Tuhan semoga nggak ada apa-apa " Doaku dalam hati.

Setelah sampai diruang sewing, aku segera menaruh buku laporan dan kardus benang di kolong meja Adm. Baru saja akan berdiri aku dikagetkan oleh suara bu Yuni, supervisorku. Hingga membuatku kaget dan kepalaku terantuk pinggiran meja.

" Sial.! " umpatku pelan, aku kesal karna dari tadi ada saja hal buruk yang aku alami.

" Ara.!! Kamu harus segera ke RS Omni. Adikmu kecelakaan.!! " Perkataan bu Yuni sontak membuatku sangat kaget.

" Astaga...bu Yuni yang bilang siapa?! " Tanyaku panik. Seperti dalam mimpi, tapi mimpi yang sangat buruk.  Ternyata feelingku benar.

" Tadi satpam depan nyariin kamu, katanya dapat telpon dari ibumu. Ibumu bilang handphonemu nggak aktif " jawab bu Yuni yang juga ikut panik.

Handphoneku memang mati karna dari semalam tidak ku charger.

" Sudah cepat pulang sana, izinmu biar ku urus nanti. " Sambung bu Yuni setelah tak mendapat respon dariku karna aku begitu shock.

Aku tersadar lalu berterima kasih pada bu Yuni. Dan segera berlari keluar mengambil tas di loker, lalu kembali berlari menuju tempat parkir. Beberapa satpam menanyaiku dan kujawab sekenanya.

*****

Aku sudah berada didepan resto tempat ayah bekerja untuk menjemputnya. Setelah meminta tolong salah seorang doorman (penjaga pintu) resto itu untuk memanggilkan ayah, ayah muncul dan segera kuberitahu tentang kecelakaan yang menimpa Denis. Dengan ekspresi panik ayahku kembali masuk ke resto untuk meminta izin terlebih dahulu.

Hampir 10 menit berlalu ayahku lalu muncul bersama seorang laki-laki tampan,
Laki-laki? Ah tidak...ternyata dia seorang perempuan, karna dia ber"payudara". Cara berpakaian dan potongan rambutnya sama seperti laki-laki, dia juga berpostur tinggi. Lebih tinggi dari ayah. Rambutnya berwarna coklat dan kulitnya putih.

So Possessive (gxg)Baca cerita ini secara GRATIS!