Chapter 30

351 53 15
                                    

Kok pada gak mau vote sama koment sih, kan jadi mikir kalau pas epilog juga gak ada yang koment, jadi malas buat lanjut, gak tau bakal di gantung sampai kapan, aku gak minta bnyak kok sekedar koment love doang aku senang bgt apa lagi ngucapin terimakasi. Gak ngarep lebih buat banyak-banyak koment cuman gak enak aja koment nya kosong :'(

 Gak ngarep lebih buat banyak-banyak koment cuman gak enak aja koment nya kosong :'(

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Plakk

Suara menyakitkan memulai pagi yang semestinya di nikmati dengan segelas teh atau susu hangat dan roti dengan selai kacang, suara nyaring pukulan nyaris membuat Airin menutup mulut dengan tangannya, dengan mata yang nyaris berkaca saat melihat Taehyung yang berlutut di depan ayahnya harus mendapati tamparan keras ketika ia mengatakan semua pengakuannya.

Taehyung hanya mampu menunduk dengan pipi yang memerah, ia tahu dan wajar jika mendapat hal seperti ini karena orang tua mana yang tidak marah saat anak gadisnya telah di hamili tanpa di nikahi terlebih dahulu.

Jung Seorin yang juga ada di sana tampak terkejut, ia memenangkan suaminya yang terlihat sangat marah, dengan tangan terkepal dan ingin kembali melayang kan pukulan pada Taehyung. "Yeobo, bukankah dia akan bertanggung jawab, jangan emosi begini, ingat dengan kondisi kesehatan mu".

Airin menarik satu lengan Taehyung untuk membantu nya berdiri melihat keadaan pria itu membuat hati nya meringis, ini yang di takuti nya. Airin memegang pelan pipi Taehyung yang memerah dengan mata berkaca-kaca tak peduli di depan ayahnya yang menatap dengan kilatan amarah.

Taehyung bersikeras walau sedari awal Airin melarang untuk saat ini menemui Ayahnya tapi Taehyung bebal ia tidak menanggapi permohonan Airin ketika mereka berada di Daegu waktu itu, sempat ada perdebatan kecil.

Dengan tangan yang masi terkepal kuat dan mata memejam meredam emosi, pria baya itu kembali menatap Taehyung lamat-lamat, sebenarnya ada satu alasan besar kenapa sedari awal dulu Jung Yong tidak menyetujui Airin dengan Taehyung adalah karena ayah Taehyung adalah rival dalam bisnisnya, tapi Jung Yong tidak bisa berbuat lebih sebab mengetahu mereka saling mencintai dan dari dulu Jung Yong memegang prinsip kebahagian Airin adalah kebahagiaan nya.

"Nikahi putriku sebelum kandungan nya membesar" setelah mampu meredam sedikit emosinya Jung Yong berlalu, sebelum nya ia menatap Airin dengan perasaan kecewa.

Airin yang menyadari itu hanya mampu mengatakan maaf dalam hati nya dan ia pastikan akan menemui ayahnya setelah keadaan sedikit membaik.

"Kau tak apa?" Tanya seorin pada Taehyung, ia juga sedikit khawatir bagai mana pun seorin sudah menerima Taehyung walau dulu ia juga ingin menolak pria itu untuk bersama anaknya.

Taehyung mengangguk dengan senyuman yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja, sudaut bibir nya sesikit mengeluarkan darah, perih dan sedikit meringis saat Airin ingin menyentuh bibirnya.

"Aku obati ya" Taehyung menurut saat Airin menarik tangannya untuk membawa pria itu ke halaman belakang rumah nya.

Dengan hati-hati Airin membersih kan luka kecil yang ada di sudut bibir Taehyung walau harus membuat pria itu meringis sakit karena perih."maafkan ayahku"

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang