🌙ㅣ9. Hilang

56.8K 8.6K 159
                                    

''Perasaan bersalah akan terus datang karena hatimu tahu apa yang salah dan apa yang benar.
Naasnya, kamu tidak memilih tindakan yang benar''

Suasana pagi ini benar-benar ricuh, tepat saat kabar murid baru sudah tersebar di seluruh penjuru SMA Pelita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana pagi ini benar-benar ricuh, tepat saat kabar murid baru sudah tersebar di seluruh penjuru SMA Pelita. Apalagi mereka dikejutkan dengan fakta jikalau ketiga murid baru di sana adalah keturunan Zanava, keluarga pebisnis kaya di kota yang namanya sudah melambung tinggi.

Bukan hanya itu saja sebenarnya, ada satu kabar mencengangkan lagi.

Jika biasanya murid anak orang kaya di tempatkan di kelas-kelas yang disebut kelas unggulan, maka tidak dengan dua saudara kembar yang memilih menduduki kelas 11 IPA 5. Kelas paling akhir yang rata-rata diisi oleh murid yang ekonominya paling rendah.

Mereka belum tahu saja, jikalau saudara kembar itu sengaja memilih kelas yang berisi adik tiri mereka yang belum diketahui oleh publik.

Seperti pagi biasanya, di kelas IPA 5 ini memang ribut, tapi kali ini tambah ribut lagi saat guru datang dengan dua orang murid lelaki di belakangnya. Kericuhan juga semakin menjadi saat salah satu dari murid itu melambaikan tangan.

"Sudah sudah, Ibu tidak mau membuang tenaga ibu untuk memarahi kalian." Alana, guru kimia sekaligus wali kelas di sana menghentikan keributan, ia menyuruh kedua lelaki yang mengekorinya barusan untuk berdiri di depan papan tulis.

"Silakan perkenalkan diri kalian," ucapnya seraya tersenyum tipis.

"Hey bro and sis! Gue Alvano Zanava, panggil aja Vano! Nomor wa nanti gue send waktu irtirahat, akun ig gue juga bakalan tulis nanti, akun youtube gue? Tenang zeyeng gue kasih!" Alvano merentangkan tangannya, menerima sahutan-sahutan para gadis dan tepukan tangan yang meriah.

Alana menghela napas, sudah pusing ia harus mempertanggung jawabkan kelas paling repot, maka sekarang ia harus ekstra bersabar melihat kelakuan murid barunya.

"Silakan dilanjut."

"Var, sana kenalan! Gak malu apa lo diem mulu kek kulkas!"

Alvaro mendengus saat mendengar Alvano barusan. Ia menatap seisi kelas dengan malas lalu berkata, "gue Alvaro, panggil aja Varo."

"Singkat banget!" celetuk salah satu siswi di tengah kelas.

"Gak suka rumus luas persegi panjang dia," sahut Alvano membuat semua orang mengernyit bingung. "Maksudnya gak suka panjang kali lebar."

Satu kelas langsung ber'oh' kompak, sementara Alana mempersilakan dua lelaki itu untuk duduk di tempat yang sudah tersedia, tepat di samping jendela, salah satu posisi favorit Alvano.

4 Brother'z [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang