11. Kabar Buruk

191K 22K 8.2K
                                    

Haii, selamat hari Jum'at fren🤩🤩🤩

Yang gak vote dan komen, kalian jamet fix😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵😵

Aku bakal update lagi kalo vote dan komen udah lebih dari chapter sebelumnya yaw💖💖💖

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BUGH

BUGH

Tubuh Gala jatuh tersungkur ke tanah begitu dua bogeman mendarat di pipi kanan dan kirinya.

"Bangsat lo!"

Dewa menyeret Gala dan hendak membogem wajah Gala lagi, jika saja Riri tidak berteriak memanggilnya.

"Abang!"

Riri berlari ke arah Dewa sambil mengusap air matanya kasar.

"Abang jangan," cegah Riri.

Begitu Riri memeluknya, Dewa merasa seolah semua emosinya yang tadi sempat meledak-ledak kini sirna entah kemana. Dewa meneliti wajah sembab Riri penuh kekhawatiran. "Lo gak papa?" Tanya Dewa begitu lembut lalu membalas pelukan Riri tak kalah erat.

Kepala Riri menggeleng di dada bidang Dewa. "Bang Dewa jangan pukul Gala lagi hiks."

Bukan, Riri tidak bermaksud untuk membela Gala yang jelas-jelas sudah melakukan kesalahan. Hanya saja, Riri tidak mau abang dan tunangannya itu terlibat masalah lebih jauh di tempat umum seperti sekarang.

Menghembuskan napas kasar, cowok yang terlihat mengenakan jaket kulit berwarna hitam itu sempat menatap sengit ke arah Gala yang sudah berdiri di bantu oleh teman-temannya sebelum pandangan Dewa kembali jatuh pada Riri.

"Gue tadi ke sini mau nganter susu punya lo yang ketinggalan, Ri." Dewa mengusap lembut punggung Riri lalu tertawa sinis ke arah Gala. "Eh gak taunya, gue malah mergokin cowok lo yang toxic ini."

"Lepasin Riri!"

Dewa semakin geram. Emosinya yang tadi sempat teredam, kini kembali ingin meluap mendengar permintaan Gala. "Setres lo! Lo udah bentak-bentak adek gue! Sekarang nyuruh-nyuruh gue!"

"Inget! Lo sama Riri itu baru tunangan, Gal. Kapan aja Riri bisa pergi ninggalin lo. Jadi--"

BUGH

BUGH

BUGH

"DIEM LO! SAMPE KAPANPUN RIRI GAK BAKAL BISA PERGI NINGGALIN GUE!"

"GALA!!!"

Mata Riri kembali memanas melihat Gala membogem wajah Dewa membabi buta. Riri pun sampai terlonjak kaget karena tadi pelukannya dan Dewa harus terlepas begitu saja.

BUCINABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang