9. Mirip Ilham

167K 21.1K 5.9K
                                    

Sesuai janji ya, aku update karena komen dan vote udah 3K dan selanjutnya juga kaya gitu. Kalo vote dan komen lebih dari chapter kemarin aku baru update lagi.

Fren, aku mau nanya dong. Menurut kalian cerita yang seru dan gak bikin bosen itu yang kaya gimana sih?

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selepas kepergian Gala dari rumahnya. Tidak ada hal lain yang Riri lakukan selain mendiamkan Dewa yang sedari tadi berusaha membujuk Riri agar tidak marah.

"Maafin gue, ntar gue beliin es krim lima deh," bujuk Dewa.

Riri masih bergeming di tempatnya. Tidak mau menatap Dewa yang perlahan menarik kursinya maju hingga mendekati tempat tidur yang Riri duduki sekarang.

"Harusnya bang Dewa minta maaf sama Gala. Bukan sama Riri," jawab Riri ketus. "Yang bang Dewa pukul itu Gala bukan Riri."

Dewa berdecak pelan. "Sama aja. Ntar lo aja yang nyampein ke dia. Males gue minta maaf sama Galon air."

Tangan Riri memukul tempat tidur untuk menyalurkan rasa kesalnya pada Dewa. "Namanya Gala bukan Galon ih!"

"Iya-iya, elah. Gitu doang."

Pipi Riri menggembung kesal. "Nama pacar Riri gak boleh diganti-ganti! Kalo Kolor Ijo Riri ganti jadi kolor bolong. Emang bang Dewa mau?!"

"Apa hubungannya sama Kolor Ijo anjir!" Dewa tidak habis pikir dengan jalan pikir adik perempuan satu-satunya ini. Dari Gala kenapa bisa ke Kolor Ijo, kucingnya?

Tangan Riri terlipat di depan dada. "Ya ada dong! Gala kan pacarnya Riri! Kolor Ijo juga pacarnya bang Dewa!"

"Pacar Mbah mu!" Semprot Dewa. Matanya melotot tidak terima "Gue masih waras. Masih suka Nen Nen eh Nenda maksud gue." Dewa memukul pelan bibirnya yang salah berucap.

"Emang Kolor Ijo bukan pacar bang Dewa?" Mata Riri mengerjap polos.

Ini adek siapa sih, woi?! Begonya kebangetan. Teriak Dewa dalam hati.

"Ya bukanlah!" Tampik Dewa kesal. "Siapa yang bilang Kolor Ijo pacar gue, hah?"

"Gala."

Dewa tidak kaget. Siapa lagi pelakunya kalo bukan Gala. Sudah pasti si galon air itu yang banyak memonopoli otak polos Riri. 

"Bilang apa dia?"

"Kata Gala, bang Dewa sama Kolor Ijo itu pacaran. Soalnya bang Dewa suka peluk, suka cium, suka bobo bareng Kolor Ijo. Sama kaya Riri sama Gala."

"Sesat!" Dewa merotasi kan kedua bola matanya jengah. "Udah jangan percaya. Dia itu ngibulin lo."

"Nanti bang Dewa harus minta maaf sama Gala. Kalo gak mau, Riri gak mau maafin bang Dewa pokonya!" Riri mengintimidasi Dewa dengan tatapan penuh ancaman.

BUCINABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang