1. Dia kembali?

49 26 63
                                    

Sesuai janji aku semalam part satu nya akan aku publish hari ini dengan 1800 kata. Gimna?

Semoga kalian suka dengan part awalnya ya ☺️

Jangan lupa buat tinggalin jejak kalian.

📍📍📍

"Ishhh... Dheo mah gitu, kesal tahu. Pokoknya Dheo harus pakai dasinya dulu baru kita berangkat, titik." Omel sang gadis yang berusaha untuk memasangkan dasi kepada Dheo.

Gadis itu bernama Runaya Oriel Luvena, yang artinya seorang malaikat kecil yang tercinta. Runaya sering dipanggil Aya oleh orang-orang terdekatnya.

Atala Dheo Barata, pria yang tengah diomeli Aya hanya terkekeh mendengar omelan untuknya.

"Ayang, makanya tiap pagi itu minumnya susu biar tinggi." Ledek Dheo sembari mengacak pelan puncak kepala Runaya.

Dheo sering sekali panggil Aya itu dengan kata Ayang, Aya Sayang. Tapi, Aya terkadang tidak suka dengan panggilan ayang, baginya itu terdengar menggelikan.

Aya tidak marah jika dirinya disebut pendek secara tidak langsung oleh Dheo karena memang kenyataannya begitu. Dheo yang memiliki tinggi 185 cm sedangkan dirinya hanyalah 158 cm.

Runaya mendelik tajam pada Dheo, "kamu nunduk sedikit, dong! enggak sampai tahu." Titah Runaya.

"Hadeuh, dasar ayang mah pendek. Iya, deh aku nunduk, nih!" Dheo dengan mudahnya menuruti perintah Runaya.

Dengan telaten Runaya memasangkan dasi pada leher Dheo. Sedangkan, Dheo sedang menikmati wajah teduh milik sang pujaan hatinya.

Dapat dilihat Dheo senyum manis yang terpatri pada bibir indah Runaya, sangat manis.

Dheo yang gemas dengan senyum Runaya tanpa sadar mencubit kedua pipi Runaya pelan.
"Utututu... pacar siapa sih ini? manis banget senyumnya." Tangan Dheo beralih untuk mengacak sekali lagi puncak kepala Runaya.

Dheo mengikis jarak diantara mereka berdua. Aksi Dheo membuat Runaya sedikit waspada. Runaya memilih menutup matanya alih-alih takut dengan apa yang dilakukan Dheo.

Dheo melihat raut wajah kekasihnya itu, lalu tersenyum saat dirinya berhasil mengerjai Runaya.

Dheo mendekatkan wajahnya tepat di telinga gadis itu.
"Morning, Ayang. Love you more." Bisik Dheo dengan senyum godaannya.

Dheo menegakkan kembali tubuhnya dan terkekeh melihat Runaya masih memejamkan matanya.

"Ayang, kenapa matanya ditutup?" ucap Dheo dengan nada menyebalkan.

Runaya membuka kembali matanya saat mendengar nada ucapan Dheo yang tengah menggodanya.

"Hah?" sahut Runaya yang setengah malu dengan pikiran anehnya.

Tanpa membalas ucapan Dheo, Runaya meninggalkan Dheo dengan senyuman yang masih terpatri di sana.

"Yah, malah kabur duluan." Ucap Dheo yang mengikuti langkah Runaya.

Runaya kembali menoleh ke belakang memastikan Dheo mengikutinya atau tidak.
"Love you more, more, more Dheo!" sahut Runaya kecil namun, dapat di dengar oleh Dheo.

🌱🌱🌱

The OSWALD tengah berjalan di koridor SMA GLOBAL menuju kantin.
Mereka yaitu Atala Dheo Barata sebagai ketua The Oswald, Delvin Putra, Bimasena Arnest, Arino Stevano dan terakhir ialah Reyfan William.

Limit For DheoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang