BGC > Prolog

4.6K 270 8
                                        

Selamat datang di BADGIRL CLARISSA

semoga suka dengan ceritanya, jangan lupa vote dan komen ya!

happy reading
❃.✮:▹ ◃:✮.❃

Hari ini, aula sekolah lebih mirip lapangan perang ketimbang tempat bazar.

Ada stan-stan makanan berjejer, murid-murid lalu-lalang, musik kencang, dan... tawa berisik dari sudut aula tempat geng Vortex Vipers nongkrong.

"C'mon, Claris. Targetin tuh bocah dari ekskul catur. Dia nyebelin banget kemaren," kata Jaka, sambil menyodorkan gulungan tisu toilet segede lengan bayi.

"Gue gak minat sama yang IQ-nya kelewat stabil," balas Clarissa sambil mengecek arah angin-drama banget, padahal yang mau dilempar cuma tisu toilet.

Vortex Vipers, meski isinya cowok semua, gak pernah menganggap Clarissa sebagai "cewek ganjen kegantelan."

Justru Clarissa yang paling gila idenya. Sekarang aja, mereka bikin chaos kecil-kecilan: toilet paper war di tengah acara resmi sekolah. Murni karena bosan.

Clarissa berdiri di atas kursi plastik, tangannya terangkat tinggi, lalu melempar gulungan tisu itu dengan elegan. Terbang. Berputar. Meluncur lurus kayak peluru lunak.

Satu detik... dua detik...

Puk!

Gulungan itu nyangkut pas di muka seseorang. Penuh. Dari jidat sampai bibir.

Tawa pecah dari geng Vortex Vipers. Tapi cuma bertahan tiga detik—sampai mereka semua sadar siapa korbannya.

Cowok itu melepas tisunya pelan. Seragamnya rapi, dasinya simetris, dan badge di dada kirinya terpampang jelas: Ketua OSIS.

"Eh..." suara Jaka tercekat. "Itu... ketua OSIS yang baru, kan?"

Clarissa mengernyit. "Hah? Ketua siapa?"

Cowok itu maju selangkah, menatap langsung ke arah Clarissa. Wajahnya... datar. Datar banget. Tapi dari sorot matanya, jelas dia lagi menyusun daftar dosa Vortex Vipers dari A sampai Z.

"Suka cari masalah, ya?" katanya. Suaranya pelan, tapi tajam kayak pisau cutter baru.

Clarissa nyengir, berlagak santai. "Lo berdiri di zona berbahaya, bro. Harusnya sadar risiko."

Dia mendekat, lalu menyerahkan kembali gulungan tisu ke tangan Clarissa. Tanpa ekspresi, tapi kalimatnya menusuk:

"Aldrich. Ketua OSIS. Mulai hari ini, semua urusan chaos di sekolah ini-termasuk lo dan geng lo-di bawah pantauan gue."

Jaka langsung batuk-batuk sok nahan tawa. Leonel dan Ezra melengos. Clarissa? Dia malah angkat dagu dan menatap balik cowok itu.

"Pemandangan lo membosankan banget buat ukuran ketua OSIS. Tapi ya udah... silakan awasi. Cuma hati-hati, bro. Lo masuk ke wilayah yang bukan buat cowok cupu."

Dan di situlah semuanya dimulai.

Dari satu lemparan tisu toilet, dari satu tatapan sinis dan kalimat sok bijak, dunia Clarissa dan Aldrich bersinggungan untuk pertama kalinya.

Satu pihak hidup di dunia penuh aturan. Satunya lagi—penuh pelanggaran.

Dan mereka berdua, tanpa sadar... baru saja menyalakan api perang yang gak akan mudah dipadamkan.

•••
next?

Badgirl Clarissa (New Version) | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang