[13] Welcome to Villa

60 47 107
                                    


Bkn Wellcome to Waikiki, yaaa
o(〃^▽^〃)o
Happy reading all 🎉

























Sowon berjalan menuju kamar, membersihkan tubuhnya setelah seharian ia berliku disebuah toko buku-mencari buku penulis yang direcomendasikan oleh Suga. Menyimpan sebuah kardus kecil dengan pegangan dikasur miliknya.

Setelah beberapa menit melakukan ritual mandinya agara tubuhnya bersih dari kuman dan virus. Menggosokan rambutnya dengan handuk kecil, sebab beres keramasan. Melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan kearah waktu sore-senja akan datang sebentar lagi. Sowon langsung mengambil ponselnya dan melempar handuk kecil itu sembarang, berlari kecil keluar kamar—tanpa menghiraukan buku yang tadi ia beli—unboxing ala-ala atau semacamnya.

Menuruni satu per satu anak tangga dengan berlari kecil, namun tetap memerhatikan keselamatannya. Berlari menuju pintu keluar dan membukannya dengan teramat buru-buru, bahkan bisa dibilang kasar. Leo yang sedang terdiam pun berlari mengejar Sowon.

Ketika sudah berada diluar, matanya disuguhkan dengan lagit yang begitu indah—gradasi warna yang cantik, memadukan indahnya langit berwarna biru dengan sedikit warna ungu dan oren yang lumayan mendominasi. Matahari pun sudah berada diujung pengguhulu sebelah barat—menandakan akan tenggelam sebentar lagi.

Melihat itu, tanpa lama ia memokuskan ponselnya pada langit dan mengambil beberapa jepretan sebelum langit itu berubah kembali. Tak lupa memfoto wajahnya dengan background langit yang indah itu, tanpa menggubris Leo yang sedari tadi melendot pada kakinya.

Merasa sudah cukup, 7 menit berada diluar dengan banyak foto langit dan tentunya wajahnya sudah berada di memori ponselnya. Kini Sowon jongkok untuk melihat anjing-nya itu, Leo.

"Hmm..." Sowon mengelus lembut kepala Leo, bulunya yang tebal dan panjang menjadi penyebab rasa ketagihan ketika mengelusnya. Karena gemas, Sowon mengakhirinya dengan mencium samar pucuk kepala Leo.

"Ayo masuk," perintahnya pada Leo. Asal saja, karena Leo hanya mengerti bahasa Inggris dan Rusia saja—Sowon belum sempat melatihnya dengan bahass Korea. Namun, jauh dari dugaannya—Leo mengikuti perintahnya, bahkan ia berlari masuk kedalam terlebih dahulu, mendahului dirinya.

Sowon membulatkan mulutnya, melihat anjingnya mengerti perintah yang ia berikan tadi. Apa mungkin karena ia ditinggal disini cukup lama? Ataukah, bibi sering memerintahkan Leo dengan bahasa Korea. Ahh, entahlah. Sowon pun memasuki villa lagi, menutup pintunya dengan sangat rapat.

Oppa 💜
: Bagaimana kabarmu?
: Maaf, tak sempat memberi kabar padamu.

Sowon terduduk seraya menyimpan satu cup ramyeon diatas meja kaca diruang tamu—setelah memasukkan air panas tadi didapur.

Sowon
: Kabarku baik, Oppa. Neo?
: Tak apa, ku juga sering begitu

Pesan itu langsung dibaca oleh sang penerima, lalu tak lama muncullah info mengetik.

Oppa 💜
: Baik 😅
: Bogoshippeoyo, Sowon-ssi. Ku harap dalam waktu dekat kita dapat bertemu, aamiin.

Sowon tersenyum membaca pesan itu, mengangkat kakinya keatas sofa sebari melingkarkan tangannya didepan kaki itu.

Sowon
: Aku juga merindukanmu
: Ku harap juga begitu

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang