7. Kesayangan Riri

249K 26K 5.5K
                                    

Haii, selamat pagi, selamat malming🥰😍🤩💋❤😘😵😢😱😥😨😰🤬😡😤🥵🤯😖😣☹️😎🤩🥳🤡🤪🤗🤑😝🧐😜😏😞🤠😩🥺😕😩😫

Kalian udah pada xxbcghhnhddzxssslppp belom?? Aku udahh dongg😍😍😍

Komen dan vote lebih banyak dari chapter kemarin langsung update yuhuu💖💖💖

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Joko hiks..."

Riri menangis tersedu-sedu melihat ikan koi kesayangannya hampir tewas kalau saja Dewa tidak menyelamatkannya.

"Udah, Ri. Jangan nangis, kan Joko nya gak jadi mati," tukas Danis duduk di sebelah mamanya yang sedang menenangkan Riri.

"Bang Dewa..." Tatapan Riri jatuh pada Dewa.

Cowok dengan wajah datar yang duduk di seberang Riri itu mengangkat satu alisnya. Seolah bertanya, kenapa?

"Makasih, ya. Bang Dewa udah nyelametin hidup Joko. Joko hutang budi sama bang Dewa."

Dewa mengangguk. "Ya udah nanti Joko gue goreng aja, biar hutang budinya lunas."

"Huaaa....jangannnn...." Riri kembali menangis histeris mendengar ucapan Dewa. Padahal cowok itu hanya berniat bercanda. Tapi ternyata Riri menganggapnya serius.

"Ck! Gue tampol ya mulut lo, Wa!" Marah Danis menatap Dewa penuh peringatan.

"Dewa, kamu ini bukannya bantu nenangin, malah ngejahilin terus," tambah Vina sedikit kesal dengan tingkah jahil Dewa.

"Iya-iya, elah," dengus Dewa. "Maaf, Ri. Gue cuma bercanda doang."

"Huuaaaa bang Dewa jahat!" Jerit Riri menendang-nendang meja yang ada di depannya.

"Ri, nanti kakinya sakit," nasihat Danis. Danis sampai jongkok di hadapan Riri untuk memegangi kedua kaki Riri. "Jangan nendang-nendang meja gitu."

"Huaaaa....Riri kesel sama bang Dewa! Dia jahat huaaa...!!!"

Dewa membelalakkan mata. Tidak terima dengan perkataan Riri barusan. Apa katanya? Jahat? Padahal Dewa lah tadi yang menyelamatkan hidup Joko. Kalau seandainya Dewa tidak datang tepat waktu. Sudah pasti saat ini Joko sudah menjadi santapan lezat Kolor Ijo. Kolor Ijo itu nama kucing peliharaan milik Dewa.

Sejujurnya Dewa juga bingung. Kucing peliharaan kesayangannya itu berbulu putih, tapi entah kenapa ia bisa memberinya nama, Kolor Ijo. Ya, Dewa hanya random saja sebenarnya. Tidak ada filosofi tertentu saat memberi nama untuk kucingnya.

"Jahat-jahat gini, gue penyelamat hidup Joko. Kalo gak ada gue si Joko udah pasti habis dimakan sama Kolor Ijo!" Bantah Dewa tak mau kalah.

Riri yang masih menangis sesenggukan dalam pelukan mamanya, menatap Dewa sengit. "Pokonya Riri sebel sama bang Dewa! Sama Kolor Ijo juga!"

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang