4. Lagu Favorit

288K 29.9K 6.4K
                                    

Cerita ini seru gasie fren? Enggak ya?

Akutu bingung mau digimanain dan takut kalian jadi bosen kalo gini-gini aja huhu

Kalian baca MCG dulu apa langsung baca ini? Baca ini doang gausah baca MCG juga gpp sebenernya

Komen dan vote lebih banyak dari chapter kemarin langsung up yaww💖

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Halo?"

"Gal, nanti malem bisa dateng buat makan malam gak? Mama masak banyak, kamu juga bisa ajak Riri sekalian."

Mendengar suara di seberang sana, Gala terdiam sejenak. Entah kenapa sampai saat ini, Gala belum bisa menganggap Anita sebagai ibu sambungnya. Gala belum bisa memanggil wanita itu dengan sebutan 'mama'. Padahal selama ini Anita sudah sangat baik dengan Gala dan juga Riri.

Meski beberapa waktu terakhir ini hubungan Gala dengan Anita juga sudah ada perkembangan yang lebih baik. Namun tetap saja Gala merasa ada yang aneh, jika ia berhubungan terlalu dekat dengan wanita itu.

Hal itulah juga yang menjadi alasan Gala tidak mau tinggal di rumah bersama, Abraham, papanya dan Anita, mama tirinya. Gala lebih nyaman tinggal di apartemen sendirian. Ya meskipun papa dan mama tirinya itu sudah sering membujuk Gala agar mau tinggal di rumah.

"Gal?"

Gala membuyarkan lamunannya. "Ah iya tan, nanti Gala coba bilang ke Riri dulu. Nanti Gala bakal telfon tante lagi."

"Ya udah kalo gitu. Semoga nanti malem kalian bisa dateng, ya. Mama sama papa tunggu kalian."

"Iya."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Gala menghembuskan napasnya. Cowok itu duduk di tepi tempat tidur lalu membuka laci.

Gala mengambil satu lembar foto kecil yang bentuknya sudah usang. Dalam foto itu terlihat seorang wanita sedang duduk di kursi dengan senyum manis merekah di bibirnya.

"Kapan Gala bisa ketemu langsung sama mama?" Monolog Gala memegangi wajah wanita dalam selembar foto itu. "Gala pengen ketemu sama mama. Setidaknya satu kali sebelum Gala pergi dari dunia ini."

Tiba-tiba air mata Gala menetes tanpa sadar. "Sekarang mama ada di mana? Mama sehat gak? Mama bahagia gak?"

Memejamkan mata, cowok yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya itu memeluk foto mamanya begitu erat. Seolah ia sedang membayangkan dipeluk langsung oleh mamanya yang belum pernah ia temui seumur hidup.

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang