Chapter 29

329 63 5
                                    

Udah hampir 10 k views tapi vote nya
mangkin dikit. Iya aku tahu kok udah pada bosan, tapi ayo dong pembaca gelap masa diam mulu kasi vote nya gak susah kok. Aku mau buat target 35/40 vote tapi kayak nya mustahil tapi aku bakalan nunggu sambil garap cerita yang lain.

ini bakalan tersisa beberapa chap lagi kok gak banyak.

⚠️ Typo

          

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

          

Tepat pukul tiga pagi, suara deru penyejuk ruang terdengar samar, di bawah tamaram lampu Airin meringkuk di dalam selimut tebal, ia sudah bangun sekitar lima belas menit yang lalu dengan benda pipih berwarna putih di tangan nya yang ia main-mainkan pun di tatap dengan lamat yang nyata nya sudah membuat Airin menahan nafas, tercekat kendati tak percaya dan membuat nya tidak bisa tertidur lagi walau waktu tidur masi tersisa banyak.

Pikiran kosong menggerogoti jiwa nya yang seolah di telan bumi, beruntung kini Airin berada di kamar tamu berkutat dengan pikiran nya sendiri tanpa ada yang tahu kecuali iblis yang mungkin menertawakan nasib nya di sudut ruang dengan licik seolah manusia itu tak lebih dari nya.

Seperti kau yang merasakan sebuah kekacauan, sementara di satu sisi sebuah kebingungan juga melanda seolah tak ada jalan keluar yang efektif sekalipun mencoba sebisa mungkin, kerja otak nya seolah tak berfungsi.
       
"Apa yang harus aku lakukan"monolog nya pada diri sendiri.

Airin masi tak percaya, tapi ini sudah ke 3 kali nya dan tetap bereaksi sama. Dua garis biru yang tertera pada ke tiga nya sudah membuktikan ia hamil. Benda itu tidak mungkin memberikan hasil yang salah.

Sebelum sore menjelang tadi, tanpa sepengetahuan Taehyung ia menanyakan kepada Nenek Kim di mana letak apotek terdekat, kebetulan saja tidak begitu jauh dari rumah Nenek Kim, Airin membeli testpack sebab memang ia memikirkan ada yang tidak beres dengan dirinya.

Suara pintu kamar terbuka terdengar bunyi dorongan yang cukup pelan, Airin menyadari itu dan spontan pura-pura tidur dan meletakan testpack di bawah bantal, peran nya cukup bagus hingga Taehyung yang baru saja masuk dan merangkak naik ke atas ranjang mendekati Tubuh airin yang memunggungi nya itu seolah percaya bahwa kekasih nya sedang tidur pulas.

Taehyung mendekati tubuh nya untuk saling berbagi kehangatan ia memeluk Airin dari belakang, gadis itu diam saja walau kini ia berusaha mati-matian saat Taehyung dengan sengaja mengecup pipi pundak dan leher nya.

Airin bergerak pelan, mata nya di buat sayu persis bangun tidur dan terusik oleh Taehyung.

Pria itu tersenyum membuat lengkungan pada bibir nya terlihat."aku tidak bisa tidur"kata nya  sembari mengusak kepala nya di pundak Airin"aku memikirkan mu sedari tadi"

Sejati nya Airin bukan lah tipe yang suka memendam, ia bergeming pun dengan tangan yang mengusap lembut tangan Taehyung yang ada di perut nya.

"Katakan pada ku jika ada masalah, aku akan mendengar keluh kesah mu, jangan diam saja"

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang