"tau ga kenapa gue mau-nya sama Edrena?"
mendapat gelengan kepala dari Edrena, Jordan terkekeh pelan sambil mendekap tubuh kecil gadis-nya ini. "gatau deh tanya aja nih, sama ini" tangan-nya menuntun tangan Edrena mendekat ke dada pria itu.
"lagi dugem dia, jedag-jedug terus dari tadi" ucap Jordan. Edrena menarik tangannya kembali setelah mengetahui jantung Jordan yang berdegup dengan kencang!!
"gombal mulu"
"harus dong biar Edrena nyaman sama aku terus"
duh!! kenapa sih Jordan, harus menyebut namanya di setiap kalimat. kalau gitu terus kan Edrena jadi baper!!. katanya biar romantis, ada-ada aja deh jordan
"emangnya lo setia?" Edrena mendongak, melihat betapa sempurna-nya pahatan wajah kekasihnya ini yang sedang memeluk-nya.
"gue harus ngapain sih, sampe Edrena yakin kalau hati ku itu cuman buat Edrenaaaa" teriak Jordan, sembari merentangkan tangan, lalu memasang wajah yang menyebalkan.
"lebay, yah....aku kan cuma ma--
"yaudah, kelar sma kita langsung nikah!, mau dilamar dimana? di selokan? di pinggir jalan? atau di warkop mang asep?"
"JORDAN!!"
Jordan tertawa manis, senang rasanya menggoda Edrena. maka didekap-nya lah gadisnya ini erat-erat, tidak ingin meninggalkan apalagi ditinggalkan ia rasanya ingin menghentikan waktu dan selalu ingin tinggal di sisi gadisnya ini. Jordan bisa menggila tanpa Edrena.
YOU ARE READING
Doughty
General FictionJordan baru pertama kali bertemu dengan Edrena, si gadis yang selalu punya hal baru setiap harinya. Ingin lebih, lebih,lebih tertarik memiliki.
