2. Seragam Lama

371K 37.8K 9.6K
                                    

Kalo vote dan komen tembus lebih banyak dari chapter sebelumnya, baru update yaw💖 (Di atas 2K pastinya)

Halal spam minta update buat yg udah follow🤪🤙🏻

Jam berapa kalian baca chapter ini :

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Abaaaangggg....!!!"

"Abaaangggg....!!!"

Dewa, cowok itu berjalan menghampiri Riri dengan menutup kedua telinga. "Ck! Apa sih, Ri? Teriak-teriak mulu! Kesurupan lo?!"

Riri tampak cemberut mendengar cibiran Dewa. "Riri cuma mau nyanyi kok," jawabnya. Riri menarik napas dalam-dalam terlebih dahulu sebelum mulai bernyanyi.

"ABANGGG...!!! ABANG TUKANG BAKSO MARI-MARI SINI! RIRI ENGGAK BELI!!!!"

"Terus ngapain lo panggil kalo gak beli?!" Kesal Dewa.

Dewa mengusap wajahnya frustasi. Kemudian pergi ke dapur. "Serah! Serah!"

"Dewa lagi sensi jangan digangguin," kekeh Danis merangkul pundak Riri dari samping. "Habis diPHP-in sama temen lo."

Riri menatap Danis. Bertanya memastikan. "Nen Nen?"

Danis mengangguk. "Iya Nenda."

Nama teman Riri yang sebenarnya adalah Nenda tapi entah kenapa Riri selalu memanggilnya dengan sebutan Nen Nen. Membuat orang sekitar yang mendengarnya jadi ambigu. Termasuk Danis.

"Bang Dewa masih suka Nen Nen?"

Danis sedikit ambigu dengan pertanyaan Riri kali ini. Cowok itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "I-iya Dewa suka Nen Ne-eh Nenda."

Riri mengangguk-anggukkan kepala sembari mengetukkan jari telunjuknya di dagu. "Kalo bang Dewa suka. Bang Danis suka Nen Nen juga gak?"

"Enggak lah!" Geleng Danis cepat. Pertanyaan Riri itu berhasil membuat otak Danis traveling. "Ya kali gue mau saingan sama Dewa. Dewa saingan sama Ilham, temennya Gala yang agak dongo itu aja udah kewalahan. Apalagi ditambah saingan sama gue."

Benar, Dewa dan Ilham, keduanya memang sama-sama menyukai Nenda. Tapi dua-duanya juga tidak ada yang Nenda beri kepastian.

"Terus bang Danis suka sama siapa?" Tanya Riri lagi. Ia penasaran kenapa abangnya yang satu ini tidak pernah terlihat dekat dengan cewek manapun.

Danis kembali menggeleng cepat. "Gak ada."

"Cari cewek dong, bang!" Seru Riri cekikikan.

Danis menjawil hidung Riri gemas. "Gue mau jagain lo dulu. Kalo gue udah becus jagain lo, baru gue cari cewek."

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang