2 Awalan dari Bima

46.8K 833 33
                                    

Ini sudah memasuki hari ketiga sebelum PAT. Lihatlah satu gadis perempuan yang masih berkutat depan handphone. Entah apa yang dia lihat sampai matanya melolong tajam.

Berbeda dengan Yuna dan murid-murid lainnya, mereka tampak kebingungan mengerjakan soal-soal latihan yang guru tadi pagi berikan.

"Nggak belajar kamu?" Bu Lisa, Mamanya Manda datang dari dalam dan melihat Manda sedang asyik duduk di lantai sambil bermain handphone. Bu Lisa berkacak pinggang menatap anak pemalasnya itu.

Manda memutar bola mata malas, dia mematikan handphone dan merangkak ke meja yang terdapat banyak kertas-kertas berserakan.

"Iya-iya, ini lagi belajar. Udah sana masak! Laper nih, dari tadi mondar-mandir nggak jelas mulu!"

Bu Lisa sudah terbiasa dengan perkataan pedas anaknya. Dia mungkin kesal, tapi bagaimana pun juga, Manda adalah anak semata wayangnya. Dia lebih baik pergi dari sana dan mulai memasak.

Manda sedang berpikir apa jawaban dari soal bahasa Inggris itu, namun tak menemukannya. Nada notifikasi handphone berbunyi, dia melirik sekilas dan mendapatkan Rena memberikan dia sebuah pesan.

Rena

HaiRen
Ikut jalan nggak?

Me
Bangsat.
Belajar cok.
Bisa-bisa gue dibogem sama papah

HaiRen
Belajar?
Belajar nggak belajar kan lu tetep nyontek Yuna

Me
Hooh ya
Nanti gue alasan belajar kelompok gitu bawa dua buku

HaiRen
Iya

Me
Di mana lu?

HaiRen
Rumah e Zidan sama Hana
Ke sini aja lu

Me
Rumah apa kos?

HaiRen
Eh, kos asu!
Lupa gue

Me
Pasnya mana

HaiRen
Deket gereja perempatan pabrik itu loh, ada kos umum gitu

Me
Oke-oke
Gue ke sana.

Manda memberesi kertas-kertasnya. Dia akan berangkat pergi main dengan alasan belajar kelompok. Dia bodo amat dengan lusa, toh juga ada Yuna yang akan membantunya mengerjakan soal ulangan.

Dia mengambil dua buku paket dan satu buku tulis. Pak Yahya lagi di dalam kamar, sepertinya sedang tidur. Manda memindik-mindik masuk ke dalam kamar. Dia melihat Papanya sedang tidur tengkurap.

Ijin atau tidak dia sangat bimbang. Tangannya terulur menggoyangkan badan Papanya.

"Pah, aku ke rumah temen mau belajar bareng," ucapnya lirih.

"Hngg!" Hanya deheman saja. Manda mengangguk. Deheman Pak Yahya dia anggap sebagai sebuah perijinan.

Manda keluar kamar. Dia menuju ke belakang untuk ijin kepada Mamanya.

"Mah, aku mau ke rumah temen belajar kelompok."

Bu Lisa menengok. "Sama Yuna?"

Manda menggeleng. "Sama kelompok aku aja. Dia nggak satu kelompok kok," ucapnya bohong.

Bu Lisa percaya saja. Dia yakin anaknya tidak akan berbohong, namun nyatanya bukan seperti itu. Dalam hati Manda memekak kegirangan. Dia tersenyum mengambil kunci motor yang ada di atas meja TV.

He | Bima (Read Desk First)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang