PROLOG

673K 46.5K 15.7K
                                    

INFO : Langsung baca ini gak baca My Childish Girl dulu gpp fren. Tapi kalo mau baca MCG dulu ya silahkan. Itu lebih baik.

BAWA-BAWA CERITA LAIN YG BUKAN KARYA AKU = AUTO AKU BLOK!! BABAI😘

Haiii, gimana kabar kalian?

Absen yang udah punya novel My Childish Girl :

Tim pembaca baru atau pembaca lama?

Tau cerita ini dari mana?

Seneng gak MCG ada sequelnya? Oh enggak. Yaudah iya gpp kok.

Komen sebanyak-banyaknya untuk lanjut part selanjutnya. Kalo sepi unpub aja deh😔

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Budayakan vote sebelum membaca, biar nanti ngga lupa karena keasyikan baca <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"SRI KELUAR LO!"

"SRI! PULANG APA GUE BAKAR RUMAH TEMEN LO INI?!"

Gala Arsenio Abraham atau yang biasa disapa Gala. Cowok berbadan tinggi, tegap dengan wajah dan rahang tegas itu berdiri angkuh tepat di depan sebuah rumah berdesain minimalis. Gala tidak tahu ini rumah siapa. Yang jelas setelah ia mendapat kabar bahwa gadis nakalnya itu pergi kerja kelompok tanpa seizinnya, Gala langsung datang ke alamat yang anak buahnya infokan. Tanpa berpikir panjang.

Kedua tangan Gala bersidekap dada dengan sorot mata yang semakin menajam. Tatapan matanya terus mengedar ke segala penjuru sambil menunggu sosok gadis nakal yang barusan ia teriaki itu keluar.

Namun saat menyadari tak ada tanda-tanda gadis itu akan keluar, Gala berdecak tidak sabar. Cowok itu kembali berteriak kencang. Kali ini lebih kencang daripada sebelumnya.

"GUE HITUNG SAMPE TIGA!!! KALO LO GAK KELUAR GUE DOBRAK NIH PINTU!!!"

"Fuck! Tuh bocil mulai berani sama gue!" Umpat Gala menyugar rambutnya ke belakang.

Sebenarnya Gala bisa saja langsung mendobrak pintu. Masuk dan segera menyeret gadisnya keluar. Namun Gala masih ingin menghargai orang yang mempunyai rumah. Ya meskipun apa yang ia lakukan sekarang, beteriak di depan rumah orang tanpa rasa malu juga termasuk tindakan yang tidak menghargai si tuan rumah.

"SATU!"

Tidak ada jawaban.

"DUA!"

Masih tidak ada jawaban.

"TI...."

"GALA!!!!"

Membuka pintu, gadis yang berlari kecil dengan napas sedikit ngos-ngosan itu, berdiri tepat di hadapan Gala. Ia mengigit bibir bawahnya, merasa takut. Gadis itu langsung menunduk cepat saat Gala melayangkan tatapan tajam ke arahnya.

BUCINABLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang