"Kita udah sampai!" teriak David ke girangan. Arin segera mengambil ransel nya dan bersiap siap turun.

"Time for having fun. Diawali dengan yang biasa dulu" batin Arin dan cekikian.

"Mau kemana dulu, Rin?" tanya David sambil merapihkan rambugtnya. Arin terpukau.

"Back to earth!" sebuah tepukan melayang di depan wajah Arin. Arin jadi salah tingkah.

"Naik Ombang-Ombang dulu ya!" Arin menarik tangan David.

Mereka mengantre dan tibalah giliran nya. Mereka sangat bersenang-senang.

"Sekarang ke Kora-Kora ya" Arin kembali menarik tangan David layaknya anak kecil di taman bermain. David hanya mengikuti.

"Cmon, Dav. Jangan terlihat cupu didepan dia" batin David khawatir.

Arin memilih kursi paling belakang. Arin memang menyukai adrenalin.

"AAAAAAA!!!! HIGHER!!!" teriak Arin senang.

"Tuhan, Tuhan. Selamatkan aku" batin David yang sudah berkeringat dingin gugup.

Setelah permainan selesai, Arin masih tertawa. Arin merasa sangat senang.

"Masa kecil lo kurang bahagia ya" seru David mengelus dada nya.

"Ini kan taman bermain. Tempat nya untuk having funnnnn!!!" Arin berteriak dan menarik David --lagi-- membuat semua orang memerhatikan kita.

Arin berlari dan memasuki Roller Coaster.

"Calm down, Dav. Lo pasti bisa" semangat ku dalam hati.

Arin dan David duduk bersebelahan. Arin terkekeh pelan melihat wajah gugup David.

Kereta mulai berjalan perlahan lahan...

Mulai naik...

Dan...

"WOOHOO! TGIF" teriak Arin senang tertawa geli.

"Tuhan, aku masih mau berada disisi engkau" batin David sambil teriak dan menutup matanya.

Kereta berhenti. David lemah. Hanya saja, ia tetap berusaha terlihat macho di depan Arin.

"Aduh kasihan banget mukanya udah pucet. Biarin dia tenang dulu deh" batin Arin yang masih menahan tawa.

"Makan dulu, yuk!" Arin menggandeng tangan David. David hanya mengikuti dengan langkah gontai.

Mereka sampai di restoran dan duduk di meja sudut ruangan. David tampak lega.

Arin memesan burger dan milkshake. Sedangkan David memesan macaroni and cheese dan segelas air mineral.

"Lo harus tau! Gue nahan ketawa ngeliat muka lo lucu banget!" Arin gemas dan mencubit pipi David.

David terdiam karena kaget melihat tangan Arin bisa ada di pipi nya dan menatap wajah bahagia Arin.

"Hm sorry, gue terlalu gemes sama lo" seru Arin.

David mencoba untuk tetap biasa saja. Tetapi David tahu bahwa Arin pasti sudah melihat ketakutan David.

"Cepetan makan nya, Dav. Kita main lagi!" teriak Arin untuk kesekian kalinya.

David langsung tersedak mendengarnya. "La-la-la-gi?" tanya David menekankan.

Arin mengangguk cepat dan tersenyum. "Makanya jangan ngeselin mulu lo, manusia kanvas" seru Arin dalam hati.

Arin berdiri dan mulai mencengkram tangan ku lagi. David berhenti. Dan Arin menoleh.

STAYBaca cerita ini secara GRATIS!