Bagian 1 : Masuk kedalam novel

75.3K 5.6K 753
                                    

Hai semua
Bilang ya, kalau ada typo

Happy Reading

◽◾◽◾◽◾

01. Masuk kedalam novel

"Eughh" lenguhan gadis yang tidur di brankar uks terdengar.

Membuat siswa laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya mendekat. Memberikan sebotol minuman kepadanya. Lalu membantu nya untuk duduk.

Keduanya saling bertatapan selama beberapa detik. Sebelum dikejutkan dengan suara pintu yang dibuka dengan kasar. Membuat keduanya memutuskan kontrak mata.

Brak..

Terlihat sepasang suami istri, dan dibelakang nya ada beberapa remaja yang menggunakan seragam sekolah.

"Honey, kamu baik-baik aja kan? Kenapa bisa jatuh dari tangga? Mana yang sakit? Sini bilang ke mommy," seorang wanita mendekat padanya mengecek keadaan nya.

"Ayara lo gapapa?" tanya cewek yang bernama, Belva. Terlihat dari nama tag nya.

Namun yang ditanyai hanya diam saja dengan tatapan bingung.

"Lah sejak kapan gue manggil bunda dengan sebutan mommy? Lagian gak mungkin bunda bangkit dari kuburnya. Terus nih cewek manggil gue Ayara, perasaan nama gue Azalea Clarissa dan di panggil Alea. Atau jangan-jangan ayah ganti nama gue? Aish tapi gak mungkin," batin Alea.

Seorang pria yang berdiri di sisi kanan brankar uks menepuk pundak nya. Menoleh kepada pria itu, dan menatap nya bingung. "Iya?"

"Tuan putri nya daddy kenapa diam aja?" Alea mengerjapkan mata beberapa kali, yang terlihat lucu di mata pria yang menyebut dirinya 'daddy'.

"Wess sejak kapan ayah manggil gue tuan putri biasanya juga manggil gue Icha. Wait, apa gue transmigrasi ya? Mirip cerita yang gue tulis dan baca," batin Alea.

"Om siapa?" tanya Alea polos, ralat sok polos.

Semua menatap nya dengan tatapan terkejut. Berbeda dengan dirinya yang sedang cekikikan dalam hati karna aktingnya.

"Ra jangan bercanda. Nggak usah pura-pura anemia lo," ujar cewek yang berdiri di samping Belva.

Menyipitkan matanya, mencoba untuk membaca nama tag cewek tadi, Laura Tamanna Andikara. Alea mengernyit, nama itu terasa sangat familiar baginya.

Tak

Cowok yang berdiri dibelakang nya menjitak kepala nya, lalu berkata. "Salah bege, yang benar amnesia woi."

"Nah bener kata si Gio. Ra mending lo nggak usah pura-pura amnesia."

Alea berdecak kecil. "Eh gue emang gak kenal nih om siapa. Terus gue juga gak kenal kalian. Jadi gak usah banyak bacot lo," kata Alea ngegas.

"Wess santai aja dong, kagak usah ngegas juga nyet," celutuk cowok dengan dasi yang digunakan sebagai ikat kepala.

"Heh apa maksud lo nyebut gue nyet nyet? Monyet maksud lo?" Alea melotot tidak terima.

"Nggak ada yang nyebut lo monyet. Tapi bagus kalo lo sadar sama spesies lo sendiri."

Mendelik tidak suka. Alea bersiap turun dari brankar. "Wah ngajak baku hantam lo?! Ayo sini gue ladenin."

Namun dengan cepat cowok yang berdiri di sisi kiri brankar menahannya. Lalu menatap tajam Sangga, cowok dengan dasi sebagai ikat kepala nya.

"Om, tante, seperti nya Ayara mengalami amnesia karna terjatuh dari tangga. Untuk lebih jelasnya om dan tante bisa membawa Ayara ke dokter," jelasnya kepada pasangan suami istri yang mengaku sebagai mommy dan daddy Alea, atau mungkin Ayara.

Azalea or AyaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang