Chapter 28

300 59 4
                                    

Dua kusen pintu berwarna coklat tua itu terbuka lebar, ada rintik-rintik kecil air yang turun menyapa kota daegu pagi ini, beberapa hari yang lalu setelah Taehyung mendatangi kembali kediaman Airin, ia tak menyangka akan mendapat sambutan hangat d...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dua kusen pintu berwarna coklat tua itu terbuka lebar, ada rintik-rintik kecil air yang turun menyapa kota daegu pagi ini, beberapa hari yang lalu setelah Taehyung mendatangi kembali kediaman Airin, ia tak menyangka akan mendapat sambutan hangat dari kedua orangtua Airin.

Ada celah atau mungkin lubang besar untuk Taehyung masuk kedalam keluarga itu untuk membuktikan ia bersungguh-sungguh, niat nya tulus.

Taehyung sudah rapi, rambut nya yang sedikit panjang itu tertata rapi di beri Pomade agar mudah di bentuk, dan lagi pakaian sederhana selayak anak muda kota pada umum nya bahkan Taehyung lebih tampan, sangat tampan tidak tampak menua.

Mereka sudah berada di daegu sejak tadi malam Taehyung tidak menyangka ayah Airin mempercayai nya untuk membawa Airin pergi dengan senyuman yang tampak sangat tulus.

Karena cuaca yang buruk tadi malam dan rasa lelah yang di rasa, Taehyung sengaja memilih hotel sebagai tempat persinggahan sementara mereka, karena rumah nenek nya masi terbilang cukup jauh di dekat pedesaan.

"Sudah selesai?"

Airin bergeming, ia memeta barang yang sudah tertata rapi memastikan semua nya sudah lengkap, ia menatap Taehyung setelah nya lalu mengangguk semangat.

"Senang sekali yah?" Taehyung tersenyum ia tak pernah melihat Airin sebahagia ini sebelum nya.

"Aku sangat senang, Taehyung"

Dengan hels yang sudah terpasang rapi di kaki putih nya, Airin melangkah mendekati meja rias untuk menilik sedikit make up nya, memberi sedikit polesan merah muda pada bibir tipis itu.

"Kau sudah cantik"

Taehyung sudah berdiri di belakang nya ikut menatap diri nya pada pantulan cermin.

"Lipstik ku tidak akan hilang jika kau tidak mencium ku penuh gairah seperti tadi"

Wajah gadis itu di buat kesal dan Taehyung hanya tersenyum senang.

Airin berbalik menatap Taehyung yang berdiri tepat di belakang nya, kedua obsidian mereka saling bersitatap walau Airin harus mendongak, dengan serta merta Taehyung kembali mencuri kecupan di bibir nya, manis, Taehyung suka.

Lagi-lagi Airin berdecak, mendorong pelan dada Taehyung untuk memberi nya akses jalan, ia meraih tas selempang di atas kasur dengan langkah kaki yang terbalut hels itu terdengar cukup mengetuk lantai di setiap langkah nya.

"Tae, ayo berangkat"

Taehyung melangkah maju meraih pergelangan tangan Airin membawa gadis itu untuk bergegas pergi.

Mereka menyusuri lorong hotel yang cukup mewah terbalut karpet merah pada lantai nya, luxury hotel dan aroma khasnya membuat Airin merasa sedikit mual, tapi ia mencoba untuk menahan nya hingga di lobby hotel.

"Kau kenapa?" Taehyung mengerutkan keningnya sembari mengamati raut wajah Airin yang sedikit gelisah."ada yang sakit?"

Airin menggeleng cepat dan segera masuk kedalam mobil setelah Taehyung membukakan pintu.

Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang