prolog

521 176 471
                                    

Menghai-!

Selamat datang ke cerita aku! Selamat membaca~

Budayakan vote sebelum membaca dan jangan lupa komen dan taruh di perpustakaanmu ya jika suka^^

Tengs^^

---oOo---

---oOo---

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Minggu?







Apa yang kalian pikirkan setelah membaca kata tersebut?












Libur? Pergi ke gereja? Sekolah minggu? Holiday? Jalan-jalan? Jawaban yang biasa orang-orang jawab.











Tetapi, bagi orang ini, Minggu adalah hari yang menyeramkan.








Dan ia membenci hari Minggu.

Dan ia membenci hari Minggu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sabtu, 12 Des
Malam.

"Hiyaa!! Halo para jomblo-jomblo lumutan!" celetuk Jihoon dari balik pintu selepas dari luar.

Semuanya melirik tajam kepada Jihoon. "Pamerr! Mentang-mentang punya pacar."

Jihoon tertawa terbahak-bahak. "Bisa-bisanya kalian ngomongnya barengan, ANJIR NGAKAK! BWAHAHAHAH!"

"GAISS BANG JI JANGAN DIAJAK NGOBROL YAK!! CUEKIN AJA GAISS!" seru Jeongwoo yang melambai-lambai tangannya, seperti pemimpin mengintruksi kepada anggota-anggotanya.

"Eh anjir, nak dajjal! Sini lo!"

Dan berakhir Jihoon dan Jeongwoo kejar kejaran di ruang tamu.

"Bang Jihoon! Jeongwoo! Duduk! Jangan lari-lari gitu!" Mashiho yang daritadi diam pun bersuara karena melihat kedua park itu berlari-lari sambil menabrak semua barang dan membuat beberapa barang itu berantakan.

"Mampus lo pada! Mashi jadi marah kan? Ha, ha, tak tau, mashi marah." Jaehyuk malah mengompori dengan nada yang ada di film kartun upil ipil.

Jeongwoo dan Jihoon sontak berhenti dan menunduk. Mereka tahu bahwa Mashiho sangat tidak suka sesuatu yang berantakan. Akhirnya mereka merapikan kekacauan yang mereka perbuat.

"Bang ji!" panggil Junghwan.

"Paan?!" ketus Jihoon.

Junghwan mengerucutkan bibirnya. Jihoon yang melihat raut sedih Junghwan jadi merasa bersalah sudah membentak anak bontot itu. "Junghwanie, maaf yaa. Bang ji gak bermaksud mau bentak Junghwan. Maaf ya."

"Iya, gak apa apa, bang."

Jihoon memutar bola matanya, bingung harus berkata apa lagi. "Tadi junghwan mau ngomong apa? Gak jadi?"

"Junghwan tadi cuma mau nanya bang ji ada beliin makanan gak untuk junghwan, tapi karena lihat bang ji lagi kesel keknya junghwan gak jadi nanya deh," jawab Junghwan.

"Eh maaf, hwanie. Maaf juga tadi bang ji lupa beliin makanan. Gimana kalo bang ji pesenin pakai ojek online?"

"Yaudah gap-" "GUE JUGA MAU DONG!" "BANG JI!! JONGU JUGA MAUU!!" "RUTOK JUGA MAU!"

Jihoon mendengus, ternyata mereka semua mendengar ucapannya dengan Junghwan. Bisa-bisanya mereka. "Yaudah pesen sana, kali ini doang loh ya!"

Semuanya mengangguk. Kesembilan anak itu berkumpul didekat satu anak yang memegang handphone yang terpampang aplikasi KOPUT. Mereka bergantian menyebutkan apa yang ingin mereka pesan.

"Kenapa gak dari buatan sendiri aja? Tadi gue ma Mashiho berniat mau goreng nasi untuk mereka semua, lebih hemat kalo buat sendiri," ucap Hyunsuk yang tidak bergabung dengan sepuluh anak itu.

"Gapapa, biar mereka seneng aja. Sekali kali napa. Emangnya kenapa? Takut uang gue habis? Yaudah lo yang bayarin semua aja plus punya gue," jawab Jihoon dengan tidak ada akhlaknya.

Hyunsuk be like :

"HAHAHAHA! CANDA ANJIR! MUKA LO MEMEABLE BANGET! HAHAHA!" ketawa Jihoon sambil menepuk-nepuk pahanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"HAHAHAHA! CANDA ANJIR! MUKA LO MEMEABLE BANGET! HAHAHA!" ketawa Jihoon sambil menepuk-nepuk pahanya. "Kan gue yang bilang gue yang bakal bayarin, jadi gue aja."

"Etdah sejak kapan gue nolak? Biasanya juga kalian porotin gue," kesal Hyunsuk. Bisa-bisanya ia dikira nolak disuruh bayar, disuruh bayar saham ojek onlinenya pun Hyunsuk bisa. Tapi ia tidak sekurang kerjaan itu.

Jihoon masih saja tertawa.

"Bang Hyunsuk! Bang Jihoon! Mau pesan apa?" tanya Doyoung.

Hyunsuk yang sedang melotot kearah Jihoon pun segera menghadap kearah Doyoung yang sedang bertanya. "Emang kalian pesan apa?"

"Ada yang pesan pizza, ada yang pesen hamburger, ada yang pesan kentang, fast food bang," jawab Doyoung.

"Yaudah gue pesen pizza jangan ada nanas, sama minumannya milkshake mangga."

"Ngoghey bang."

Tawaan Jihoon berhenti dan langsung menjawab, "Gue samaan kek uncuk!"

"Ngoghey." Doyoung mengacungkan jari berbentuk 'oke'.

"Uncuk uncuk! Tuaan gue heh!"

"Haha."

Mereka terlalu asik untuk membahas makanan sampai tidak menyadari bahwa salah satu dari mereka tersenyum miring.

"Ayo bersenang-senang hari ini sebelum besok ada sesuatu yang akan terjadi," batinnya.

"Ayo bersenang-senang hari ini sebelum besok ada sesuatu yang akan terjadi," batinnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---o0o---

To be continued...

Gimana, guys? Jelek ya? :(
Aku baru kali ini nulis fanfic dan ini kedua kalinya aku buat cerita bergenre ginian, sebelumnya udah pernah tp aku unpub lagi tapi bukan fanfic hehe.

Tetep dukung aku dengan vote dan komen yaa, biar aku tetep semangat!

Makasi yg udh mampir <3

SUNDAY | TREASURETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang