Chapter 27

525 77 7
                                    

Baca a/n dulu ya
Lama up karena aku baca ulang hiraeth, dan ada part yang gak jelas atau malah gak nyambung, jujur si aku kesel dan hilang mood, mungkin akan aku revisi setelah tamat karena udah berjalan beberapa chap jadi nanggung buat di unpub. Jujur aku masi payah soal membuat cerita tapi aku harap kalian bisa menikmati nya dan memberikan vote dan komentar.

Untuk ke depan nya aku akan lebih serius lagi dalam pembuatan cerita.

Kalian bisa mampir ke cerita aku yang lainnya juga yang on going. Tentu Taehyung yang menjadi cast nya.

Part kali ini pendek dulu ya, mood nya lagi down

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Part kali ini pendek dulu ya, mood nya lagi down.

___________________________

Sudah dua Minggu berlalu, Taehyung sudah kembali ke Seoul dan dua minggu pula mereka tidak bertemu. Dan Airin belum memikirkan lagi soal S2 nya.

Ada banyak jenis makanan di depan tersusun rapi supermarket itu benar-benar menjaga kulitas buah yang mereka jual.

Airin menatap kumpulan buah stroberi di dalam kemasan, ia teringat Taehyung, pria itu bilang Nenek nya punya kebun stroberi di Daegu.

Di tengah kesibukan nya memilih beberapa keperluan bulanan. Ada bocah kecil yang tengah merengek dengan ibu nya, minta di belikan sesuatu makanan yang ia sukai. Satu hal, Airin mendadak merindukan Jungki, bocah laki-laki itu sudah di bawa pergi ke seoul oleh Jungkook dan menetap di sana karena ingin menjalan bisnis properti milik Ayahnya.

Airin melangkah dengan mendorong troli yang sudah ada beberapa keperluan yang ia beli sebelum nya, ia mendekati bocah laki-laki yang tinggi nya kurang lebih Sepinggang nya, bocah itu berjinjit untuk meraih satu bungkus coklat.

"Kau mau ini"Airin memberikan satu bungkus coklat tadi kepada nya sebab merasa kasihan melihatnya kesulitan meraih dan memanggil sang ibu tengah sibuk menelepon seseorang dan mengabaikan anak nya.

"Terimakasih Nuna"

"Ada apa ini?" Suara lembut wanita itu membuat keduanya menoleh, ia buru-buru meletakan ponsel nya ke dalam tas kecil milik nya.

"Aku hanya membantu nya mengambil coklat ini, Unni "

Wanita itu tersenyum, jika di lihat usia nya cukup muda mungkin terpaut lima tahun dengan Airin, ia mengelus kepala anak nya lembut. Sungguh ibu yang sangat baik, Airin jadi memikirkan di posisi itu.

"Terimakasih"

Airin tersenyum ramah, ia berbalik untuk meraih troli belanja nya tadi yang terletak di depan susunan susu ibu hamil, ia melirik sekilas pada benda itu dan meraih satu kotak untuk menilik sesaat. Tidak bermaksud untuk membeli.

Hiraeth | Kth  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang