[12] Question Mark

69 55 134
                                    

Happy reading, hyung
Sorry late post :>


























Follow akun ini dulu, hyung. Hihihi












































Secangkir coklat hangat sudah berada diatas meja tamu yang beralaskan piring kecil. Asap samar keluar, bertanda bahwa sang coklat masih sedikit panas—namanya juga hangat :<

Sowon terduduk santai di single sofa dengan ponsel yang sudah sedari tadi ia mainkan. Punggung yang menyender dengan kaki yang sengaja direnggangkan, matanya perlahan melihat kearah layar ponsel yang hidup—memancarkan sinar biru. Terfokus disebuah foto logo sebuah penerbitan—melamun mungkin lebih jelasnya—mengingat sesuatu yang membuat pikirannya berfikir cukup keras.

"Apakah alamatnya masih sama?" Sowon langsung terduduk tegap, ponsel ia simpan diatas sofa kemudian tangan pergi mengambil secangkir coklat hangat itu. Dipertemukan dihadapan bibir merah muda Sowon, perlahan mulai menghisap cairan coklat hangat itu sebari diam—hidmat menikmati rasa dan aroma coklat yang yang khas. Pikirannya langsung tenang seketika, menghisapnya lebih banyak lagi dan lagi.

"Hyung! Tolong jangan diamkan Aku!" Rengek Jungkook sebari membuntuti Taehyung, tangannya sudah sedari tadi memegang tangan Taehyung.

Taehyung berhenti tepat diruang tamu. "Ku mohon, maafkan Aku." Ucapnya dengan wajah memelas. "Aku tidak akan bertanya apa pun lagi padamu, soalNya. Mianheyo," lanjutnya sebari melepas pegangannya—tak lama ia merundukkan badannya berulang kali—meminta maaf atas kesalahannya yang lalu pada Taehyung.

Taehyung menghela nafas panjang, "Tak seharusnya juga Aku begini. Bagaimana pun, Jungkook lah yang selalu menenangkan diriku saat Aku merindukanNya." Taehyung berbalik, menghadap Jungkook yang masih merunduk. Kedua tangannya memegang bahu Jungkook. "Sudahlah, Aku sudah memaafkanmu." Ujar Taehyung membuat Jungkook berhenti dan menatapnya.

"Gomawo," balasnya dengan senyuman lebar yang menampakkan gigi kelinci miliknya. Dibalas senyuman pula oleh pria Kim.

"Aigo! Aigo! Ada apa ini? Mengapa kalian terlihat bahagia?" Seru Jimin beruntun ketika tiba diruang tamu, sontak kedua namja tadi menoleh kearahnya. "Apakah kalian sudah berbaikan?" Ujarnya lagi dengan kaki yang berjala kearah kursi.

"Sudah," balas mereka berbarengan.

Jimin terduduk sempurna dikursi dengan kaki menyilang, "Daebak! Daebak! Telepati yang sangat baguss," ucapnya sangat antusias hingga muncul acungan jempol untuk Taehyung dan Jungkook, walaupun pendek.

Taehyung pun memutuskan untuk duduk, "Berlebihan!" Ujarnya begitu datar.

"Ouh, ne. Kapan Hyung dan Seokjin Hyung akan berbaikkan?" Tanya Jungkook tiba-tiba, ia sudah terduduk disamping Jimin.

"Mwo? Na? Ahh, lupakan." Balas Jimin malas, seakan enggan membahas tentang dirinya.

"Ahh, jangan begitu, Hyung. Tidak baik bertengkar dalam jangka waktu yang lama." Nasihat Jungkook dengan mulut yang dimajukan. Jimin menghela nafas kasar, lalu menatap Jungkook acuh sebelum memalingkannya pada ponsel yang sudah berada digenggamanya.

Para rapper sedang berada di dapur, entah akan memasak atau ngapain. Namjoon sudah memegang mangkuk lengkap dengan garpu didalamnya, kemudian mengambil satu box telur dikulkas. J-hope sedang memindahkan nasi panas pada mangkuk besar dan hanya menyisakan keraknya saja, anda tahu apa yang akan Hobi buat, bukan? Sedangkan Suga, Dia sedang terduduk dimeja makan dengan satu kotak strawbery fresh dari perkebunan tadi siang. Memakannya dengan sangat lahap.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang