chapter 26

355 64 12
                                    


Ayo dong vote koment, kalau rame aku bisa up seminggu sekali.

           Katakan Taehyung begitu nekat, nyata ia memang tidak main-main, seharus nya pria dewasa seusianya memang sudah cukup membahas soal pernikahan, kendati soal restu rasa nya taehyung harus benar-benar ekstra bak mencari tumpukan jarum di d...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

           Katakan Taehyung begitu nekat, nyata ia memang tidak main-main, seharus nya pria dewasa seusianya memang sudah cukup membahas soal pernikahan, kendati soal restu rasa nya taehyung harus benar-benar ekstra bak mencari tumpukan jarum di dalam jerami sebab fakta nya Taehyung tahu sifat ayah Airin yang keras kepala dan ambisius.

Masi berlatar di tempat yang sama hawa angin senja meniup pelan apa saja yang di lewati menimbulkan kesan damai namun nyatanya tak berlaku untuk Taehyung, manik hitam pria paruh baya itu menatap lekat penuh intimidasi, jujur Taehyung gugup akan hal ini, ia tak berani menatap dan lebih memilih membuang pandangannya ke lantai atau objek indah di samping nya.

Airin tahu gelagat Taehyung yang tak biasa, ia mencoba menenangkan dengan mengelus punggung tangan pria itu yang terasa dingin dengan lembut.

Setelahnya tanpa di duga atau barang kali sesuatu hal yang tak di pikirkan, paman Jung mengulas senyuman yang kelewat tenang lalu menepuk bahu tegap Taehyung tiga kali hingga menimbulkan suara tepukan yang memulai kembali pembicaraan tadi yang sempat hening beberapa sekon.

"Aku tidak bisa memaksakan kehendaku"pria lima puluh tahunan itu menatap kedua nya secara bergantian."aku mempercayai putri ku dengan mu"mungkin paman Jung sudah pongah dengn menuruti keegoisan nya sendiri mungkin membiarkan Airin dengan kebahagiaan nya sendiri adalah hal yang lebih baik.

Taehyung serasa ingin mencubit atau barangkali menampar pipi nya keras, ia berfikir ini mimpi tapi rungu nya tidak salah mendengar, ia mengulas senyuman sangat tipis tapi hati nya bersorak gembira, ia menjilat bibir nya sesaat sebelum manik nya beralih menatap Airin yang juga masi mencerna dengan baik ucapan sang Ayah.

"Aku sudah tua dan sakit-sakitan seperti ini, aku tidak bisa menjaga nya dengan baik"paman Jung menjeda kalimat nya sembari berdehem sesaat" ingat, aku mempercayainya dengan mu bukan berati aku menyerahkan putriku sepenuh nya dengan mu saat ini."raut wajahnya kembali serius tapi tidak begitu mengintimidasi terlihat tenang tapi nada bicara nya lebih tegas.

"Kau boleh menikahi anak ku, setelah selesai s2 nya"

Taehyung bergeming, tapi dengan yakin tidak ada keraguan ia mengangguk "aku akan menunggu nya."

_______

Bulan sudah berhasil menggeser kedudkan matahari, angin malam meniup pelan surai hitam milik Airin, setelah makan malam dengan keluarga kecil Airin tadi Taehyung mengajak nya berkencan malam ini, tapi bukan di cafe atau restoran mahal dan bukan pula di taman pinggiran kota yang ramai.

Di bawah langit malam dan beberapa bintang juga bulan yang menampakan setengah wajah nya, di atas rooftop sebuah gedung  yang menampilkan view kota busan di malam hari yang di hiasi lampu gedung di sekeliling nya.

Taehyung tentu menambah jadwal libur nya kali ini kendati sudah menyerahkan kan segala urusan kantor kepada kang Hyunjin sekertaris nya.

Kedua nya duduk di salah satu bangku yang ada di sana, Taehyung tak henti nya mentap Airin begitu memuja walau gadis itu lebih memilih menatap ke arah depan dengan mata yang terpejam sementara kedua tangannya berada di dalam saku Hoodie karena merasa angin yang cukup dingin.

"Apa pulang saja, atau mencari tempat lain, seperti nya kau kedinginan?"

Taehyung bertanya memastikan melihat Airin kedinginan seperti itu membuat nya khawatir.

Airi menoleh membuat kedua nya saling bertatapan, ia mengeluarkan tangan nya yang berada di saku lalu meraih jemari panjang Taehyung untuk di genggam ia juga merasa  tangan Taehyung cukup dingin tapi lembut "di sini saja" singkat saja tapi mampu membuat Taehyung tersenyum, ia rindu, rindu moment seperti ini dengan Airin.

Taehyung mengecup pipi Airin, membuat gadis itu sontak menoleh ke arah nya lagi saat merasa benda kenyal itu menyentuh pipinya.

Tatapan teduh Taehyung membuat Airin sedikit memutar tubuh nya untuk menatap lebih dalam mata hitam pria itu, tangan nya terulur untuk menyentuh pipi Taehyung, merasa ada sesuatu yang tidak biasa dari Taehyung, keraguan itu yang bisa Airin tebak.

"Kau baik-baik saja kan, apa masi sakit?" tanya Airin memastikan.

Pria itu menggeleng ia menggenggam tangan Airin yang ada di pipi nya lalu mengecup telapak tangan gadis itu.

"Kau yakin" Taehyung menghela pelan."hubungan jarak jauh"

Sebenarnya itu yang ada di benak taehyung sejak tadi, bukan nya ia meragu soal perasaan nya sendiri, tapi ini perihal hubungan yang mereka jalin harus memakan jarak dan waktu, jika kalian ingin tahu, Taehyung benci hubungan jarak jauh.

Airin tahu ini memang sulit, ia juga merasa apa yang Taehyung rasakan lalu ia menggeleng pelan dan membuang pandangannya ke arah gedung tinggi yang menjulang di depan nya."sebenarnya aku masi ragu soal itu, taehyung. Aku masi ragu untuk melanjutkan s2 ku"

"Kalau begitu menikah saja besok"

Ada kekehan yang terdengar, Taehyung nyaris menyipitkan matanya karena tertawa, Airin juga ikut tertawa di tengah hening nya suasana bersamaan suara-suara klakson mobil yang cukup terdengar dari atas rooftop sebab gedung yang mereka tepati sekarang tidak begitu tinggi masi ada gedung tinggi di sisi kiri dan kanan gedung tersebut yang seperti sebuah simpony yang berputar.

"Sepertinya kau tidak sabar menjadi seorang ayah ya?"

Taehyung menghentikan tawa nya berganti dengan senyuman yang kelewat tulus."itu adalah mimpi terbesar ku"Airin membalas senyuman Taehyung."tapi aku tidak memaksa mu"Taehyung berujar setenang mungkin, tangan nya terulur membenahi anak rambut Airin yang terurai dan menepikan nya ke sebalik daun telinga.

Sungguh afeksi yang Taehyung berikan mampu menimbulkan efek yang menenangkan hati nya.

"Itu yang menjadi masalah sekarang"

"Masalah?"Taehyung mengerutkan dahi nya bingung.

"Masalah untuk melanjutkan s2 ku"Airin mengulum bibir bawah nya, ragu, iya tidak tahu seperti apa kedepannya, tapi semua sudah terjadi melebur menjadi satu.

"Bagai mana jika aku hamil, sebelum semua nya selesai"

[]

[]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hiraeth | KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang