Sekolah

31 4 2
                                    

Jam telah menunjukkan pukul 06.15 WIB. Dimeja makan telah tersaji seporsi nasi dengan lauk telur mata sapi setengah matang yang bersanding dengan air putih dan juga susu strawberry. Anak laki-laki berusia 5 tahun sudah duduk rapi  dimeja makan menunggu sang bunda mengambilkan makanannya.

"Kim hari ini tak apa kalau sarapan ini?" Tanya wanita hijab hitam yang sedang menata nasi dan lauk kedalam piring.

"Tak apa buna , apapun yang buna masak pasti enak." Jawabnya dengan penuh antusias seperti biasanya sehingga kedua gigi nya yang hilang terlihat.

"Mau buna suapi atau makan sendiri, Nak?"

"Sendiri saja buna. Agar buna juga bisa makan."

"Baiklah, tapi ingat ya sayang nya buna jangan sampai seragam sekolah nya kotor kena noda."

"Okay siap buna." Tangan mungil nya terangkat membentuk hormat.

Tak terasa sudah 5 tahun hidup berdua dengan putra tercintanya. Walau hidup tanpa suami perlahan tapi pasti Ratu telah menerima jalan takdir yang diberikan Pencipta-Nya. Walaupun pada saat itu Ratu tak menerima keadaannya karena harus mengubur mimpi nya untuk selamanya tapi sekarang Ratu tak ada rasa sesal ataupun kecewa sebab sampai saat ini dirinya sudah berhasil membesarkan dan mendidik putra nya menjadi laki-laki yang baik,ceria dan shaleh. Ratu selalu bersyukur walaupun mimpinya tak tercapai dan tak terwujud kini dirinya sudah sangat bahagia karena mimpinya itu sudah diganti dengan kehadiran putra nya Kim Faiz Narendra. Seperti orang Korea nama sang putranya bukan?
Yap. Kim Faiz Narendra mempunyai ayah yang berasal dari Korea. Ratu tak masalah memberikan marga dan foto dari ayah sang anak, agar suatu saat nanti anaknya tahu siapa ayahnya itu.

"Buna, Kim sudah selesai sarapannya."

"Iya sayang. Sebaiknya kim bersihkan gigi Kim setelah itu tunggu buna diluar ya sayang , nanti kita berangkat ke sekolah.

"Siap buna Ratu."

Ratu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya itu. Ratu tak henti-hentinya bersyukur sebab putranya seakan paham dan mengerti keadaannya saat ini.

"Ayo buna kita kesekolah, Kim sudah tak sabar ingin kesekolah pasti disana banyak yang tingginya seperti Kim dan Kim akan bermain."

"Iya Nak. Tapi, Kim harus ingat disekolah tempat nya belajar. Kim harus sopan , Kim juga jangan na-"

"Nakal."

"Huss. Kim tak boleh ya memotong ucapan seseorang itu tak baik dan tak sopan sayang." Tegurnya

"Kim minta maaf buna."

Melihat putranya menunduk takut, Ratu bergegas memakaikan helm untuk putra nya dan dirinya.

"Tak apa Nak. Asal jangan diulangi lagi ya. Ayo tak boleh sedih sebab hari ini Kim akan bertemu banyak teman."

*Taman kanak-kanak Sejahtera*
Ukiran tulisan yang terpampang nyata di gerbang sekolah.

Tiba disekolah kini Ratu beserta putra nya bergandengan tangan sangat erat ada rasa bangga yang Ratu rasakan saat ini karena kenyataannya memang benar dirinya sudah menjadi orangtua walau hanya tunggal.

"Buna, kenapa melihat Kim seperti itu , Kim takut buna."

Ratu yang melihat cucuran keringat putranya disebabkan oleh rasa takut pun mensejajarkan dirinya dengan putra nya

"Apa yang membuat Kim takut Nak?" Tanyanya dengan menghapus bulir keringat diwajah putranya.

Dengan membuka mata dan menatap manik sang bunda. "Mereka melihat Kim seperti itu, apa Kim tak bagus Buna?"

Memberikan senyum ketenangan untuk sang putra tersayang dan tercintanya. "Nak, jangan takut ya. Kim bagus kok, Kim sudah ganteng , rapi , wangi pokoknya putra Buna satu ini bagus kok."

"Tapi-"

"Mereka hanya kagum dengan jagoan Papi yang satu ini."

Baik Ratu dan  sang putra yaitu Kim serentak menenggok ke arah kiri melihat seorang pria dengan kemeja dan celana bahan hitam yang membuat sosoknya bertambah manis.

"Papi."

Kim langsung memeluk kaki pria manis yang saat ini ada dihadapannya dan disambut dengan rentangan kedua tangan kekar pria manis yang dipanggil Papi.









Tbc...

Haloo aku kembali

Apa kabar kalian??

Maaf yaa update nya laama

Yuk kalau ada typo atau apapun boleh kritik dan sarannya.

Insya Allah aku akan rajin update cerita ini dan sambil merevisi Mas tua!!

Untuk cerita Dito akan aku update setelah cerita ini (SEMESTA) ending oke..

Bekasi, 12 Agustus 2021

Nur Apni

SEMESTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang