[10] Leo

122 83 101
                                    

🎉 Happy reading 🎉





















Sore hari yang sedikit hangat karena masih ada matahari ditimur, belum digantikan oleh sang bulan. Beberapa mobil berjajar--telah terparkir sempurna dipekarangan sebuah chalet dua lantai, bernuansa nude dan juga banyak sisi atau ruas bangunan yang berasal dari kayu.

Angin sore mulai terasa, membuat pohon dan juga tumbuhan bergoyang sesuai arah mata angin itu. Beberapa orang sudah berada diruang tamu, kursi kayu berjejer ditengah ruangan dengan satu meja kayu pendek ditengahnya. Ketujuh namja itu sedang duduk dikursi itu, ada yang diam santai--melamun dan ada pula yang fokus dengan ponselnya. Beberapa orang sedang sibuk memindahkan barang-barang para member kedalam chalet.

Rasa penat dan lelah bersatu padu, mengingat berapa lama perjalanan mereka ke kota itu. Yoongi terdiam, matanya seketika melirik kearah J-hope yang baru saja bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya menuju luar ruangan--teras chalet mereka.

"Apakah Aku bisa istirahat dikamar?" Tanya Jungkook pada staf yang memecahkan keheningan disana, dengan tangan kanan yang dijulurkan keatas.

"Bisa, kamar kalian ada dilantai atas." Jawab salah satu staf dengan susah payah karena mengangkat koper milik Jimin.

Lah, napa diangkat? Emang gk bisa didorong, ye? Haha

Mendengar perkataan staf tadi akhirnya Jungkook pergi ke lantai atas, menaiki satu per satu tangga kayu disana. Suga, Jimin, dan Namjoon pun mengikuti Jungkook--pergi ke lantai atas untuk beristirahat--rebahan diatas kasur.

Taehyung terdiam, matanya melihat kearah pintu masuk yang menyajikan langsung view taman yang indah. Lalu ada salah satu staf yang mengganggu penglihatannya, staf itu berusaha menaikkan koper besar--karena lantai teras dan ruangan dalam cukup tinggi. Ia menelik lagi, ternyata staf itu adalah seorang yeoja. Dengan cepat ia mendekatinya, yang membuat Jin tertuju padanya--hingga memutar badan.

"Biar Saya bantu," ujar Taehyung seraya menaikkan koper besar itu kedalam. Matanya melihat kearah mobil, apakah tidak ada staf pria lagi?

"Kamsahabnidha," ucap staf itu sambil merunduk, dibalas senyuman lebar oleh Taehyung. Staf itu pun langsung mendorong koper tadi, lanjut.

Taehyung melihat J-hope yang sedang terdiam jongkok melihat kearah tanaman, begitu hidmat. Hingga kedua halisnya menyungging karena bingung dengan kelakuan hyung nya itu. Ia pun kembali ke kursi dan duduk ditempat yang tadi.

"Whoahh, Daebak." Seru Jin sambil bertepuk tangan yang membuat Taehyung terheran-heran. "Sudah ini, Kau sangat cocok dengannya. Ku restui Kau." Lanjutnya yang membuat Taehyung semakin heran.

Taehyung melongo mendengar perkataan Jin, "Apa maksudmu, Hyung?"

Seokjin langsung duduk disamping Taehyung dan mendekati telinganya, "Dengan Sowon-ssi, sepupuku." Bisik Jin, lalu memasang wajah yang menggemaskan.

Taehyung terdiam, mengedipkan matanya berulang kali. Bagaimana Seokjin Hyung tau? Apakah Sowon yang memberitahunya?

"Hahahaahhhahhahhah," Taehyung tertawa lepas setelah diam tadi. Seokjin langsung bermuka datar, namun tak lama...

"Hahahahahahhahaha," Jin membalas tawa Taehyung.

Mengsedih, bengek Gua 😭















???














Sepasang kaki dengan sepatu sneakers putih melangkah masuk ke dalam sebuah villa yang cukup luas disana. Terlihat kaki jenjang sang pejalan, karena memakai baju dan juga rok pendek--baju potongan.

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang