49 | Jake or Sunghoon

442 87 94
                                    

Ada yang nungguin?
Maapkan kalo aku ngaretnya kebangetan:)
Happy reading ♡

_____________________________________


"Stop! Udah berenti disini aja."

Dengan gerakan cepat Sunghoon langsung memberhentikan motornya saat Jaerin memintanya buat berhenti di pertigaan sebelum masuk kedalam pekarangan kosan.

Menatap bingung Jaerin yang saat itu buru-buru turun dari atas motornya. Memberikan helm padanya, mendekat ke spion, buat sejenak membenarkan penampilannya. Lalu menatapnya, kemudian berucap,

"Makasih buat tumpangannya."

Lantas berlari meninggalkan Sunghoon yang masih terdiam menatap kepergiannya dengan bingung. Sejak kapan Jaerin bangun? Bukankah sebelumnya Jaerin tertidur? Menggeleng cepat, Sunghoon tak ingin memikirkan, dan lebih memilih untuk membiarkan.

Jaerin memasuki gerbang kosan berbarengan dengan motor Sunghoon yang juga ikut memasuki pekarangan. Jaerin hanya menoleh singkat, lalu terus melanjutkan langkahnya menuju kosannya yang terlihat ramai. Biasalah, lagi pada kumpul.

"Jaerin lo abis dari mana aja?!"

Kedatangannya langsung di sambut oleh seruan heboh dari Jiseo.

Jaerin gak menjawab, dia lebih memilih buat diam. Lepas sepatunya lalu ikut duduk lesehan bareng mereka di teras. Berbagai pertanyaan, maupun seruan dari teman-temannya tak kunjung Jaerin hiraukan. Atensi Jaerin terfokus pada Sunghoon yang baru aja turun dari motor dan langsung memasuki kosan.

Sampai akhirnya, pertanyaan beruntun dari Jake mampu mengalihkannya. "Lo abis dari mana? Pulangnya kok malem gini? Terus juga kenapa pulang sendiri? Bang Jaehyun gak nganterin? Itu... Itu muka kenapa? Banyak luka gitu?"

Lantas semua yang mendengar langsung mengerubungi Jaerin, dan menanyakan hal yang sama padanya. Al hasil, mau tidak mau Jaerin terpaksa harus menjelaskannya.

Ya iyalah harus, orang semuanya pada natap horor begitu. Ya Jaerin ngerilah.

"Tadi sore gue gak jadi ketemu sama bang Jaehyun." Jaerin mulai menjelaskan, yang lain ikut mendengarkan. "dia bilang ada urusan dadakan. Awalnya gue juga mau pulang aja nyusulin kalian, tapi di situ posisi gue udah mesen makanan. Jadi ya udah gue makan dulu. Eh tapi abis itu, si maru datang. Si Minju. Dia ngomong aneh-aneh lah pokoknya. Gue emosi kan, ya udah gue bales. Dianya gak terima terus dia nyerang gue. Dan bikin muka gue kaya gini, sama jidat gue juga, " cerita Jaerin panjang lebar sambil menunjukkan lukanya di akhir.

"Kak, lo kenapa hobi banget nyakitin diri sendiri, sih? Kan gue udah bilang, lo calling gue aja kalo ada apa-apa," ucap Jungwon.

"Lagian tuh orang kaya kurang kerjaan banget gak sih, hobinya nyari masalah mulu, gak dimana gak kemana." tambah Sunoo. "Kak, lo gak main belakang sama cowoknya kan?" Lanjutnya kemudian yang berhasil membuat satu toyoran mendarat di jidatnya oleh Jay.

"Bahasa lo mengadi-ngadi anjir."

Sunoo mencebik, "gue kan cuma ngomong, bang."

"Gak mau ikutan ah gue mah," tambah Niki yang lebih memilih buat diam aja, cukup menyimak. Terserah pada yang tertua mau pada ngomongin apa. Tugas Niki hanya mendengarkan.

"Emangnya lo di apain sama si Minju sampe muka lo kaya begitu?" Kali ini Yeseul yang bertanya.

"Biasalah, lo pasti tau sendiri jawabannya," jawab Jaerin santai.

"Tapi lo gak papa kan, Rin?" Tambah Jake. Raut wajahnya begitu jelas menyiratkan kekhawatiran.

"Gak papa. Udah biasa Jaerin mah. Kan mental baja," tanggap Jaerin, lalu tersenyum lebar setelahnya.

Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang