TR-8

16 4 9
                                    

Rain sedang kesal dengan pertanyaan Indah tadi, dia tau Indah memang suka bicara tanpa filter, tapi pertanyaan tadi sangat membuat Rain Unmood.

Rain pun memutuskan pergi ke perpustakaan, selain lagu klasik, membaca buku pun bisa membuat mood nya kembali.

Ketika dia memasuki perpustakaan, dia melihat Sky sedang berdiri, dengan kepala bersandar pada tembok, satu tangan memegang buku, dan tangan lain nya di masukan ke dalam saku celana.

Sekilas Rain terpesona melihat pemandangan di hadapan nya. Tanpa sadar Rain tersenyum melihat Sky.

Sky yang merasa di perhatikan pun melihat ke arah Rain, Sky melihat Rain sedang tersenyum ke arah nya. Sky pun membalas senyuman Rain dengan hangat.

Sky berjalan mendekati Rain. Sedangkan Rain yang melihat Sky berjalan ke arah nya menjadi salah tingkah, dia mencoba bersikap senormal mungkin, setelah Sky memergoki dia tersenyum ke arah nya.

Angel, lo gila - batin Rain memaki dirinya sendiri.

"Hai Rain," sapa Sky

"Oh h-hai, g-gue mau baca buku dulu ya," ucap Rain mencoba menghindari Sky.

Sky menarik tangan Rain, ketika Rain mencoba melangkah pergi.

"Ngel, weekend kita jalan gimana?" Tanya Sky.

Rain terkejut akan perkataan Sky barusan, to the point sekali. Tapi entah kenapa dia merasa senang, seperti ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perut nya.

"Ayokk!," Rain pun menerima ajakan Sky, dengan lantang.

Mereka berdua saling tersenyum, tak lama kemudian Rain mencoba melepaskan pegangan tangan Sky tadi.

"Ah sorry," ucap Sky

"No problem," Rain tersenyum, senyum yang hanya ditunjukkan kepada Sky.

Sky pun merasa hati nya tak dapat di kendalikan. Apalagi setelah melihat senyum Rain, sangat manis.

"Gue pergi dulu ya," ucap Rain

"Oh iya," ucap Sky

-///-

Mentari sedang berjalan entah akan kemana, dia masih belum terlalu hafal sekolah ini, bahkan sekarang dia tak tau dia ada dimana. Tempat yang sunyi menurut mentari, ketika sedang melihat-lihat tempat itu, dia melihat Indah sedang menangis di kursi panjang.

Mentari pun mencoba mendekati Indah.

"Indah-indah gue salah sangka sama lu, ternyata," Mentari tertawa kecil.

Indah yang menyadari kehadiran Mentari pun, mencoba menghapus air matanya.

"Kenapa?! Yang gue lakuin itu bener!!," Bentak Indah.

"Gue gak tau alasan lo itu, sebenarnya karena apa, tapi yang gue perlu tekanin, jangan sakiti dia. Dia udah cukup menderita karena gue," ucap Mentari.

"Siapa yang menderita? Siapa yang disakiti?,"

Adit yang tiba-tiba datang mengejutkan Indah dan Mentari.

"Kalian ngomongin apa dah?," Bingung Adit.

"Aditt!!!" Teriak Indah.

"Katanya Mentari mau sakiti Angel lagi, makanya tadi Indah bela Angel, tapi Mentari ngancem bakal sakitin Indah juga," Indah menangis.

THE RAIN(Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang