Chapter 31

172 66 287
                                              

Apa kabar kalian?

Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia yaa ^^

Banjiri dengan komentar untuk update cepet yaaw😉

USAHAKAN BACA SAMPAI SELESAI

"Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya. Tetapi awal untuk menyambut rindu."

Rendy Junarsya

Rendy Junarsya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rumah sakit.

Tempat yang paling Diva hindari untuk di datangi. Bukan hanya ia, mungkin beberapa orang juga sama sepertinya.

"K-kak Rendy," gumam Diva khawatir.

Selama perjalanan menuju ruang rawat kakaknya, Diva terus menggumamkan nama Rendy. Membuat Bara yang memimpin jalan mempercepat langkahnya. Tak tega dengan Diva.

Begitu sampai, ternyata ada Akmal yang tengah duduk di kursi panjang samping ruangan.

Tubuh sahabat Rendy satu itu basah kuyup. Di tambah bercak darah di beberapa bagian pakaian serta tubuhnya.

Dengan tergesa Diva mendekati kaca yang ada di pintu dimana Rendy tengah di tangani dokter.

Merasa tak sanggup dan sekiranya cukup, ia berbalik dan mendekati Akmal. Ingin meminta penjelasan mengenai kejadian yang menimpa kakaknya.

"G-gimana kronologinya kak?"

Akmal yang di beri pertanyaan seperti itu seketika merasa sesak di dadanya. Pasalnya, ia melihat sendiri bagaimana motor Rendy bertubrukan bersama sebuah truk besar. Maka dari itu, ia menarik napas panjang sejenak.

"Ada truk yang melaju kencang berlawanan arah. Jalanan waktu itu sepi karena hujan. Gue ada di belakang motornya Rendy, berjarak agak jauh tapi masih bisa lihat kecelakaan itu. G-gue rasa lo tau gimana kelanjutannya."

Bibirnya yang bergetar Akmal gigit dengan kuat. Berusaha untuk tidak terisak.

Satu fakta tentang Akmal, dia cukup mudah menangis.

Diva yang duduk bersandar di kursi sembari menangis, seketika terperanjat kaget kala Akmal memeluknya secara tiba-tiba.

"Div, pas di parkiran sekolah Rendy bilang dia nyesel udah nyia-nyiain lo. Dia ngaku udah sayang sama lo sebagai adiknya. Dan dia juga kecewa pas tau kalo lo lebih milih Aldris ketimbang dia," cerita Akmal yang pada akhirnya terisak.

Tangis Diva semakin pecah kala mendengar pernyataan yang Akmal katakan.

"Dia itu gengsi, Diva. Dia sebenernya peduli sama lo. Percaya sama gue, gue mohon. Rendy orang baik. Dia cuman bingung sama perasaannya sendiri."

DIVALDRIS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang