45 | It's Okay To Not To Be Okay

402 96 86
                                    

Ada yang nunguin?

Happy Reading♡

_______________________________________

"Anjir ini bengep, gue gimana nutupinnya?" Monolog Jaerin sembari terus bercermin menatap matanya yang sembab. "Ya kali gue pake kacamata ke sekolah, kaya orang buta aja," lanjut Jaaerin meringis.

"Bodo amat lah. Nanti juga ngempesin sendiri kalo kena air, gak bakal keliatan jelas ini kan ya?"

Setelahnya Jaerin bersiap buat keluar kamarnya. Merapihkan sejenak rambutnya yang acak-acakan, mencepolnya asal. Mengambil handuk dan peralatan mandinya seraya keluar kamar.

"Jaerin!" Seru Eunbi heboh begitu dirinya sudah berada di luar.

"Apa, Bi?" Tanggap Jaerin datar.

"Lo....—"Eunbi tak melanjutkan ucapannya, dan malah membiarkan menggantung membuat Jaerin mengerut bingung.

"Kenapa, Bi?"

"Mm.. Itu..." Eunbi bingung sama apa yang mau di omonginnya. Eunbi pengen nanya soal semalam, apa temannya ini baik-baik saja? Sebab Eunbi begitu khawatir dengan Jaerin.

Akan tetapi, setelah di pikir-pikir ini masih terlalu pagi untuk membahas hal tersebut. Dan tentunya itu tidak akan baik buat Jaerin, yang ada akan membuatnya sedih. Maka, Eunbi mengurungkan. Biarkan saja toh. Lupakan. Nanti juga Jaerin akan cerita dengan sendirinya.

"Bi..." panggil Jaerin, sebab Eunbi malah terdiam.

"Hh... Emm ga jadi," ucap Eunbi dengan cengiran watadosnya membuat Jaerin berdecak sekaligus merotasikan bola matanya. "Nyebelin banget sih, lo."

"Itu lo mau mandi?" Tanya Eunbi kemudian.

"Ya iyalah, gue mau kesekolah ya kali gak mandi."

"Emangnya lo gak papa?" tanya Enbi kelepasan. Bego banget emang. Harusnya Eunbi jangan nanya kaya gitu.

"Lo kenapa deh, gue gak papa," tanggap Jaerin cepat. "Lo sama yang lain udah mau pada berangkat, ya?" Jaerin balik nanya dan langsung di jawab anggukan oleh Eunbi.

"Ya udah duluan aja gapapa. Ga usah nungguin gue, gue nanti berangkat sendiri."

"Lah kok gitu? Kan biasanya bareng-bareng?"

"Lo mau sama yang lain telat gara-gara nungguin gue?" Tanya Jaerin lagi. Eunbi langsung menggeleng polos.

"Ya udah makannya duluan aja. Gue juga belum mandi."

"Oh ya udah deh," ucap Eunbi pelan. "nanti kabarin ya kalo lo udah nyampe sekolah."

"Kaya apa aja ngabarin." Jaerin tertawa kecil.

"Harus ngabarin pokoknya."

"Iya-iya nanti ngabarin. Ya udah sana, yang lain udah pada nunggu, kasian."

Lantas Eunbi langsung melangkahkan kakinya keluar kosan, meninggalkan Jaerin yang bersiap hendak masuk ke dalam kamar mandi. Namun ketika sampai pintu, Eunbi terpaksa menghentikan langkahnya, menoleh pada Jaerin dan kembali memanggilnya.

"Apa, Bi?"

Ada sekitaran 1 menit Eunbi terdiam. Tenggelam dalam pikiran, sebelum akhirnya dia berucap,

"Jangan sedih lagi ya, Rin. Pliss.."

Agaknya Jaerin langsung bergeming mendengar itu. Tapi beberapa detik setelahnya, Jaerin langsung tersenyum simpul.

Kosan Bu Suzy | EnhypenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang